sariasih.id – Komisaris RS Sari Asih Group, Arief R. Wismansyah, menekankan bahwa integritas dan nilai-nilai spiritual merupakan fondasi utama dalam pelayanan kesehatan modern. Dalam gelaran International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) 2026, ia membagikan perjalanan transformatif RS Sari Asih yang berevolusi dari klinik bidan sederhana menjadi pelopor rumah sakit syariah terkemuka di Indonesia. Menurutnya, kepercayaan masyarakat jauh lebih berharga daripada sekadar besarnya skala pelayanan.
"Usaha yang dibangun di atas nilai tidak perlu berlomba menjadi yang terbesar. Karena pada akhirnya, masyarakat tidak mengingat siapa yang paling besar, tapi mereka mengingat siapa yang paling mereka percaya," ujar Arief R. Wismansyah di hadapan para peserta IHEX.
Gelaran Strategis di Kota Tangerang
International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) 2026 resmi dibuka di Kota Tangerang, Banten, pada Rabu (6/5/2026). Perhelatan tahunan yang berlangsung hingga 8 Mei 2026 ini menjadi momentum krusial bagi transformasi layanan kesehatan berbasis syariah di Indonesia dan dunia.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, yang menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap inovasi dan standarisasi di sektor kesehatan syariah.
Fokus Utama: Kualitas, Kemanusiaan, dan Spiritualitas
Ketua Pelaksana IHEX 2026, dr. Yahmin, menjelaskan bahwa ajang ini diikuti oleh sekitar 650–700 peserta. IHEX 2026 bukan sekadar pameran, melainkan rangkaian kegiatan komprehensif yang meliputi:
- Seminar & Workshop Medis
- MUKISI Award & MUKISI Innovation
- Expo Booth Industri Kesehatan
- Muktamar MUKISI
"Kami berharap sertifikasi rumah sakit syariah terus berkembang menjadi standar layanan yang unggul secara kualitas, namun tetap berlandaskan nilai kemanusiaan dan spiritualitas," tambah dr. Yahmin.
Potensi Pertumbuhan Rumah Sakit Syariah
Berdasarkan data terkini, dari total sekitar 3.200 rumah sakit di Indonesia, baru sekitar 500 rumah sakit yang berbasis Islam. Ketua Umum MUKISI, Masyhudi, optimis angka ini akan terus bertumbuh seiring dengan kemudahan proses sertifikasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan layanan halal.
Sementara itu, Ketua DSN-MUI, KH Cholil Nafis, menegaskan bahwa standar RS Syariah mencakup tiga aspek utama:
- Pelayanan Medis: Prosedur yang sesuai dengan kaidah Islam.
- Produk Halal: Penggunaan obat dan alat kesehatan yang terjamin kehalalannya.
- Sistem Keuangan: Implementasi manajemen keuangan berbasis syariah.
- Inklusivitas: Syariah untuk Semua
Satu poin penting yang ditekankan dalam IHEX 2026 adalah bahwa Rumah Sakit Syariah bersifat inklusif. Standar kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan yang ditawarkan ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Standar ini dirancang untuk memberikan ketenangan batin dan keamanan bagi setiap pasien yang datang.
Dari gelaran IHEX 2026 mempertegas posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam industri kesehatan syariah global, di mana kepercayaan pasien menjadi prioritas di atas segalanya.






