Belum Menikah Bukan Alasan Tunda ke Dokter Kandungan, Ini Alasannya!

Belum Menikah Bukan Alasan Tunda ke Dokter Kandungan, Ini Alasannya!

sariasih.id - Banyak wanita yang masih merasa enggan atau malu untuk datang ke dokter kandungan (Obgyn). Stigma bahwa "pergi ke dokter kandungan pasti karena hamil atau sudah menikah" masih sangat kuat di masyarakat. Padahal, menjaga kesehatan reproduksi adalah hak dan kewajiban setiap wanita, tanpa memandang status pernikahan.

Menunda pemeriksaan karena merasa belum perlu justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang. Mari kita teliti mengapa pemeriksaan dini sangat krusial.

Stigma yang Membahayakan Kesehatan Wanita

Masalah kesehatan wanita jauh lebih luas daripada sekadar kehamilan. Menurut dr. Zulfia Wahyuni, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS Sari Asih Ciledug, banyak pasien yang baru datang saat kondisinya sudah berat.

Risiko Menunda Pemeriksaan Organ Reproduksi

Banyak masalah reproduksi yang tidak menunjukkan gejala di awal, atau gejalanya sering dianggap sepele. Beberapa risiko yang bisa dideteksi lebih dini melalui pemeriksaan rutin antara lain:

  • Kista Ovarium: Benjolan berisi cairan di indung telur yang seringkali tidak bergejala namun bisa mengganggu siklus haid atau menyebabkan nyeri.
  • PCOS (Polycystic Ovary Syndrome): Gangguan hormon yang menyebabkan sel telur tidak matang, sering ditandai dengan haid tidak teratur.
  • Gangguan Hormon: Ketidakseimbangan hormon yang bisa memengaruhi mood, berat badan, hingga kesehatan kulit.
  • Kanker Serviks: Salah satu pembunuh utama wanita yang sebenarnya bisa dicegah melalui skrining rutin dan vaksinasi HPV sejak dini.

"Jangan sampai sudah parah baru datang ke dokter kandungan. Pemeriksaan rutin bisa membantu mencegah kondisi-kondisi tadi agar tidak fatal," terang dr. Zulfia.

Tanda-Tanda Kamu Harus Segera Konsultasi ke Dokter Kandungan

Jangan menunggu sampai gejala menjadi parah. Jika kamu mengalami salah satu keluhan di bawah ini, segera jadwalkan pertemuan dengan spesialis kandungan:

  1. Nyeri Haid Berlebihan: Nyeri yang tidak tertahankan hingga mengganggu aktivitas harian.
  2. Haid Tidak Teratur: Siklus yang sering melompat, terlalu pendek, atau darah haid yang keluar terlalu banyak/sedikit.
  3. Keputihan Abnormal: Keputihan yang disertai bau tidak sedap, gatal, atau perubahan warna (hijau/kuning).
  4. Benjolan di Perut Bawah: Adanya rasa mengganjal atau benjolan yang teraba di area panggul/perut bagian bawah.

Kenali Dirimu Lebih Dini

Pemeriksaan rutin bukan hanya soal mengobati, tapi soal memastikan kesehatan organ reproduksi berjalan dengan baik. Bagi wanita yang belum menikah, pemeriksaan biasanya dilakukan secara non-invasif (seperti USG perut), sehingga tidak perlu ada rasa takut atau khawatir.

Mari luangkan waktu untuk lebih peduli dan mengenali kesehatan organ reproduksimu sendiri. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.


Tips Kesehatan Terkait

Chat Info

Layanan Online atau Tanya Informasi Lainnya. Operasional : 08:00 - 22:00