Anak Batuk Pilek Saat Kemarau? Ini Kebiasaan yang Perlu Diterapkan

Anak Batuk Pilek Saat Kemarau? Ini Kebiasaan yang Perlu Diterapkan

sariasih.id - Batuk dan pilek merupakan keluhan yang cukup sering dialami anak. Ketika musim kemarau datang, orang tua menghadapi tantangan tambahan berupa udara yang lebih kering serta paparan debu dan polusi yang dapat mengganggu kenyamanan saluran pernapasan.

Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Karawaci, Kota Tangerang, dr. Rahardi Mokhtar, SpA, menyebut imunitas anak perlu diperhatikan selama musim kemarau karena anak dapat lebih mudah mengalami infeksi saluran pernapasan.

Untuk membantu menjaga kesehatan anak, orang tua dapat menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana di rumah maupun ketika anak beraktivitas di luar.

Pertama, membiasakan anak mencuci tangan. Kebiasaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari pencegahan penyakit menular. WHO dan UNICEF melalui pedoman kebersihan tangan komunitas terbaru menempatkan kebersihan tangan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi infeksi saluran pernapasan akut. 

Kedua, ajarkan etika batuk dan bersin. Anak dapat menggunakan tisu atau lipatan siku bagian dalam untuk menutup mulut dan hidung. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi penyebaran droplet ketika seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan.

Ketiga, perhatikan kondisi ruangan. Rumah perlu memiliki ventilasi yang memadai dan dibersihkan secara rutin. Sirkulasi udara penting terutama apabila banyak anggota keluarga beraktivitas dalam satu ruangan.

WHO menyebut ventilasi dan kebersihan lingkungan merupakan bagian dari langkah pengendalian penyakit pernapasan. Paparan polusi udara juga dapat berdampak terhadap kesehatan anak, sehingga mengurangi sumber polusi di dalam rumah menjadi hal yang penting. 

Keempat, pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup. Cuaca panas dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh. Anak juga perlu mendapatkan makanan dengan gizi seimbang dan waktu istirahat yang cukup.

Kelima, orang tua dapat mempertimbangkan perlindungan tambahan ketika anak berada di lingkungan yang berdebu atau padat. Namun, penggunaan masker perlu mempertimbangkan usia, kenyamanan dan kemampuan anak dalam menggunakannya dengan benar. WHO menekankan bahwa masker yang digunakan harus menutup hidung, mulut dan dagu dengan baik. 

Untuk membersihkan hidung, penggunaan larutan saline dapat menjadi salah satu pilihan yang biasa digunakan untuk membantu membersihkan sekret hidung. Namun, orang tua sebaiknya mengikuti petunjuk penggunaan produk dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila anak memiliki keluhan hidung atau pernapasan yang menetap.

Sementara itu, pemberian vitamin tambahan tidak selalu diperlukan pada setiap anak. Kebutuhan suplemen sebaiknya dinilai berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak. Konsultasi dengan dokter dapat dilakukan sebelum memberikan suplemen tertentu.

Yang tidak kalah penting, orang tua perlu mengetahui kapan batuk pilek membutuhkan pemeriksaan. Jika keluhan berlangsung lama, semakin berat, anak mengalami demam tinggi, tampak lemas, sulit makan atau minum, atau mengalami kesulitan bernapas, pemeriksaan medis diperlukan.

WHO menyebut penyakit pernapasan masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan kesehatan pada anak dan pada 2026 menerbitkan pedoman terbaru untuk penanganan asma serta bronkiolitis pada anak dan remaja. 

Dengan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, orang tua dapat membantu mengurangi paparan faktor risiko dan menjaga anak tetap nyaman beraktivitas selama musim kemarau.


Tips Kesehatan Terkait