sariasih.id - Tuberkulosis (TBC) tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat menginfeksi anak-anak. Penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis ini perlu diwaspadai karena gejalanya sering kali tidak khas dan menyerupai penyakit lain yang umum dialami anak.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan orang tua adalah demam berkepanjangan atau berulang tanpa penyebab yang jelas. Demam biasanya tidak terlalu tinggi, tetapi dapat berlangsung lebih dari dua minggu atau muncul kembali setelah sempat mereda.
Selain demam, anak yang mengalami TBC dapat menunjukkan gejala berupa batuk menetap selama dua minggu atau lebih, berat badan turun atau tidak mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir, nafsu makan berkurang, serta tubuh terlihat lemas dan kurang aktif bermain.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa gejala TBC pada anak memang cenderung sulit dikenali karena dapat menyerupai gangguan kesehatan lainnya. Orang tua perlu memperhatikan perubahan kondisi fisik dan pertumbuhan anak, terutama jika keluhan berlangsung lama dan tidak membaik setelah mendapatkan penanganan awal.
TBC pada anak juga tidak selalu menyerang paru-paru. Bakteri dapat menyebar ke organ lain, seperti kelenjar getah bening, tulang, ginjal, usus, hingga selaput otak. Apabila menyerang selaput otak, penyakit ini dapat berkembang menjadi meningitis tuberkulosis yang membutuhkan penanganan serius.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Global Tuberculosis Report 2025 memperkirakan sekitar 1,2 juta anak dan remaja berusia 0–14 tahun mengalami TBC di seluruh dunia pada 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa anak-anak masih menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pengendalian TBC.
WHO juga menyebutkan bahwa bayi dan anak-anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit TBC setelah terinfeksi bakteri dibandingkan sejumlah kelompok usia lainnya.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menganggap remeh demam berulang, batuk berkepanjangan, maupun penurunan berat badan pada anak. Terlebih jika anak memiliki riwayat kontak erat dengan seseorang yang sedang menjalani pengobatan TBC.
Pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan tersebut. Diagnosis yang tepat akan membantu anak mendapatkan penanganan sesuai kondisinya.
TBC pada anak dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Orang tua juga perlu memastikan anak menjalani pengobatan sampai tuntas sesuai petunjuk tenaga kesehatan agar proses penyembuhan berjalan optimal.






