sariasih.id - Pneumonia masih menjadi salah satu ancaman kesehatan serius bagi anak, terutama balita. Penyakit yang menyerang paru-paru ini dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri pneumokokus. Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan orang tua adalah memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, termasuk Pneumococcal Conjugate Vaccine atau PCV.
Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Karawaci, Kota Tangerang, dr. Rahardi Mokhtar, Sp.A, mengatakan pneumonia pada anak dapat muncul dengan gejala yang beragam, mulai dari ringan hingga berat.
“Gejala khasnya seperti pilek dan batuk, demam tinggi hingga sesak napas,” ujar dr. Rahardi Mokhtar, Sp.A.
Menurutnya, pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak. Selain menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, orang tua perlu memastikan imunisasi anak dilakukan sesuai jadwal.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa imunisasi PCV diberikan untuk melindungi anak dari pneumonia yang disebabkan oleh infeksi pneumokokus. Dalam program imunisasi rutin, PCV diberikan sebanyak tiga dosis, yakni pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 12 bulan.
WHO juga merekomendasikan PCV masuk dalam program imunisasi anak. Dalam posisi terbaru yang diterbitkan pada September 2025, WHO kembali memperbarui rekomendasi mengenai penggunaan vaksin pneumokokus pada bayi dan anak usia di bawah 5 tahun. WHO menyatakan vaksin PCV yang tersedia aman dan efektif serta merekomendasikan penggunaannya dalam program imunisasi anak.
Pencegahan pneumonia tentu tidak hanya bergantung pada imunisasi. Orang tua juga dapat membantu mengurangi risiko infeksi dengan membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjauhkan anak dari paparan asap rokok, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.
Kemenkes RI pada 2026 juga kembali menekankan pentingnya penguatan imunisasi rutin. Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026, Kemenkes menyebut cakupan imunisasi dasar lengkap Indonesia mencapai 80,2 persen pada 2025, namun masih terdapat hampir 960.000 anak yang belum menerima imunisasi sama sekali atau masuk kelompok zero-dose.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal tetap menjadi pekerjaan penting bersama, terutama bagi keluarga.
Dengan perlindungan imunisasi dan kebiasaan hidup sehat, risiko penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin dapat ditekan. Namun, bila anak mengalami batuk, demam, napas cepat atau kesulitan bernapas, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.






