sariasih.id - Orang tua perlu mempersiapkan kesehatan keluarga menjelang musim hujan 2026/2027, termasuk menjaga anak agar terhindar dari penularan infeksi saluran pernapasan. Selain memperhatikan kondisi cuaca, penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat tetap menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan anak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui prediksi musim hujan 2026/2027 yang dipublikasikan pada 2 Oktober 2026 menyebutkan, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember 2026. Namun, waktu masuknya musim hujan berbeda-beda di setiap daerah.
BMKG juga memprediksi puncak musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia terjadi pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027. Sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami curah hujan dalam kategori normal, meskipun terdapat wilayah yang berpotensi mengalami kondisi lebih basah maupun lebih kering.
Prakiraan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak hanya menyiapkan kebutuhan rumah tangga saat musim hujan, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan anggota keluarga.
Mengapa kesehatan anak perlu diperhatikan?
Batuk dan pilek umumnya berkaitan dengan infeksi virus yang dapat menyebar melalui percikan pernapasan maupun kontak dengan tangan atau permukaan yang terkontaminasi. Aktivitas bersama di ruang tertutup dengan ventilasi kurang baik dapat meningkatkan peluang penularan.
Karena itu, cuaca dingin atau hujan tidak serta-merta menyebabkan seseorang terkena flu. Penularan terjadi ketika seseorang terpapar penyebab infeksi, sedangkan kondisi lingkungan dan pola aktivitas dapat memengaruhi peluang penyebarannya.
Tim Edukasi Medis RS Sari Asih Karawaci mengimbau orang tua untuk membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.
Orang tua juga disarankan memastikan anak mendapatkan makanan bergizi seimbang, asupan cairan yang cukup, dan waktu istirahat sesuai kebutuhan usianya. Ruangan tempat anak beraktivitas perlu memiliki sirkulasi udara yang baik.
Apabila anak mengalami batuk dan pilek, orang tua dapat memantau kondisinya serta mengurangi kontak dekat dengan anggota keluarga lain untuk membatasi penularan. Penggunaan masker dapat dipertimbangkan saat anak yang sakit perlu berdekatan dengan orang lain dan mampu menggunakannya secara aman.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala infeksi saluran pernapasan yang memburuk. Anak yang mengalami napas cepat, sesak, tarikan dinding dada ke dalam, sulit minum, atau tampak sangat lemas perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Dengan memahami prakiraan cuaca dari BMKG dan menerapkan langkah pencegahan kesehatan, keluarga dapat lebih siap menghadapi perubahan musim tanpa mengabaikan kebutuhan kesehatan anak.






