sariasih.id - Polusi udara menjadi salah satu persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan manusia. Selain berasal dari aktivitas industri, transportasi, dan urbanisasi, kualitas udara juga dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tertentu, termasuk paparan partikel debu vulkanik.
Dalam kondisi ketika debu vulkanik terbawa ke udara, masyarakat perlu memperhatikan kualitas udara yang dihirup, terutama karena partikel di udara dapat masuk ke saluran pernapasan. Kondisi tersebut menjadi semakin penting bagi kelompok yang memiliki daya tahan tubuh rendah.
Dokter Umum RS Sari Asih Sangiang, Kota Tangerang, dr Firda Fauziyah dalam sebuah health talk menyebutkan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menyerang saluran pernapasan, baik saluran atas maupun bawah.
“Infeksi saluran nafas ini bisa menjangkiti siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, terutama mereka dengan kondisi tubuh yang kurang fit,” ujar dr Firda Fauziyah.
ISPA dapat menyebar melalui beberapa kondisi. Menurut dr Firda Fauziyah, seseorang dengan sistem imun yang lemah lebih mudah terjangkit ISPA melalui percikan air liur dari seseorang yang telah terinfeksi.
Di sisi lain, polutan udara juga turut memberikan kontribusi terhadap risiko ISPA. Partikel-partikel halus dan gas polutan dapat merusak jaringan pernapasan dan mengakibatkan peradangan. Kondisi tersebut dapat melemahkan pertahanan alami tubuh terhadap infeksi sehingga membuat individu lebih rentan terhadap serangan patogen.
Paparan partikel di udara juga menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika terjadi peningkatan debu vulkanik. Dalam situasi tersebut, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi paparan terhadap udara yang berdebu, khususnya bagi mereka yang kondisi tubuhnya kurang fit.
Selain polusi udara, lingkungan yang kotor juga menjadi salah satu faktor penyebab bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh. Perpindahan virus dan bakteri penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak langsung dengan benda-benda yang telah tercemar.
Lantas, bagaimana mengetahui seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan?
“Bagaimana kita mengetahui jika kita terjangkit infeksi saluran pernafasan? Ya itu bisa dirasakan jika terdapat gejala-gejala seperti nyeri kepala, gejala sinusitis (hidung beringus, demam dan wajah terasa nyeri) hingga kesulitan untuk bernapas,” sebut dr Firza Fauziyah.
Meski demikian, ISPA yang disebabkan oleh virus biasanya dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Karena itu, tidak diperlukan pengobatan yang intensif, kecuali dokter menemukan indikasi penyakit yang berbahaya.
Masyarakat tetap perlu memperhatikan gejala yang muncul, terlebih ketika berada dalam kondisi kualitas udara yang kurang baik. Jika keluhan semakin berat atau muncul kesulitan bernapas, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan kondisi yang dialami.
“Bila sudah muncul gejalanya, segera konsultasikan dengan dokter, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti Pemeriksaan Fisik & Penunjang (Rontgen / CT Scan, pemeriksaan dahak),” terang dr Firda Fauziyah lebih jauh.






