Obesitas Bisa Berawal Sejak dalam Kandungan, Ini Penjelasan Dokter

Obesitas Bisa Berawal Sejak dalam Kandungan, Ini Penjelasan Dokter

sariasih.id - Obesitas tidak selalu berawal dari pola makan dan gaya hidup seseorang ketika dewasa. Sejumlah faktor yang memengaruhi risiko obesitas ternyata dapat muncul sejak masa kehamilan, bahkan ketika anak masih berada dalam kandungan.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sari Asih Sangiang, dr. Dhika Prabu, Sp.OG, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan dan pola hidup ibu selama kehamilan memiliki peran penting terhadap perkembangan metabolisme janin.

"Masih banyak anggapan bahwa obesitas semata-mata disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat pada usia dewasa. Padahal, ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa faktor risiko obesitas bisa muncul sejak janin dalam kandungan," ujar dr. Dhika.

Obesitas Menjadi Masalah Kesehatan Global

Obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak berlebihan yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui obesitas sebagai masalah kesehatan global. Jumlah penduduk dunia yang mengalami obesitas juga terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir.

Menurut dr. Dhika, perkembangan kesehatan seseorang sejak dalam kandungan menjadi salah satu aspek penting dalam memahami risiko obesitas. Hal ini berkaitan dengan konsep Developmental Origins of Health and Disease (DOHaD), yaitu bagaimana kondisi selama masa perkembangan awal dapat memengaruhi kesehatan seseorang di kemudian hari.

Faktor Kehamilan yang Memengaruhi Risiko Obesitas Anak

Ada beberapa kondisi selama kehamilan yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan metabolisme janin.

Pertama, pola makan ibu yang tidak seimbang, terutama konsumsi berlebihan makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan ultra-proses.

Kedua, kenaikan berat badan ibu yang berlebihan selama kehamilan. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan berat badan berlebih.

Ketiga, diabetes gestasional atau diabetes yang muncul selama kehamilan. Kadar gula darah ibu yang tidak terkontrol dapat menyebabkan janin terpapar glukosa berlebih.

Keempat, kurangnya aktivitas fisik selama kehamilan yang dapat memperburuk risiko kenaikan berat badan berlebihan.

"Semua ini berpotensi menimbulkan gangguan metabolik pada bayi yang bisa terbawa hingga dewasa," jelas dr. Dhika.

Obesitas dan Kebiasaan Merokok pada Ibu Hamil Perlu Diwaspadai

Diingatkan dr. Dhika pentingnya menghindari kebiasaan merokok selama kehamilan, termasuk paparan asap rokok.

Kombinasi obesitas dan kebiasaan merokok pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu maupun anak.

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kondisi kesehatan ibu selama kehamilan dan risiko obesitas pada anak ketika tumbuh dewasa. Namun, risiko tersebut tidak berarti setiap anak dari ibu dengan obesitas pasti mengalami kondisi yang sama.

Pencegahan Obesitas Dimulai Sejak Kehamilan

Menurut dr. Dhika, pencegahan obesitas dapat dimulai sejak masa perencanaan kehamilan hingga setelah bayi dilahirkan.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Menjaga kenaikan berat badan selama kehamilan sesuai rekomendasi dokter.
  • Menghindari rokok dan paparan asap rokok.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan cukup serat, protein, dan lemak sehat.
  • Melakukan aktivitas fisik ringan sesuai kondisi kehamilan dan anjuran dokter.
  • Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi apabila memungkinkan.

"Obesitas bukan sekadar karena banyak makan. Ini adalah kondisi sistemik yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sejak dalam kandungan. Menjaga pola makan dan aktivitas sehat selama kehamilan adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan anak," pungkasnya.

RS Sari Asih Sangiang Sediakan Konsultasi Kehamilan dan Gizi

Sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan janin, RS Sari Asih Sangiang menyediakan layanan konsultasi kehamilan, pemantauan nutrisi ibu dan janin, serta edukasi mengenai pola makan sehat selama masa kehamilan.

Melalui pemeriksaan dan konsultasi rutin, ibu hamil diharapkan dapat mengenali faktor risiko kesehatan lebih awal sehingga pertumbuhan dan perkembangan janin dapat dipantau dengan baik.


Tips Kesehatan Terkait