Tes HPV DNA Bantu Deteksi Risiko Kanker Serviks Sejak Dini

Tes HPV DNA Bantu Deteksi Risiko Kanker Serviks Sejak Dini

sariasih.id - Pemeriksaan HPV DNA menjadi salah satu metode penting dalam deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi materi genetik Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi yang berkaitan dengan perkembangan kanker serviks.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, dr. Zulfia Wahyuni, Sp.OG, menjelaskan bahwa lebih dari 95 persen kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV. Infeksi tipe tertentu yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel pada leher rahim dan berpotensi berkembang menjadi kanker.

Pemeriksaan HPV DNA dapat membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi infeksi HPV berisiko tinggi dan menentukan apakah seseorang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Hasil positif tidak serta-merta berarti seseorang telah menderita kanker, sehingga tetap perlu ditafsirkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian dokter.

WHO melalui pedoman yang diterbitkan pada 8 Mei 2026 membahas penggunaan genotipe DNA HPV untuk membantu mengelompokkan tingkat risiko dan menentukan tindak lanjut klinis dalam program skrining. Pendekatan ini mendukung pemilihan langkah pemeriksaan dan penanganan berdasarkan jenis HPV yang terdeteksi serta kondisi layanan kesehatan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI pada 27 Januari 2026 menyampaikan bahwa skrining kanker leher rahim diintegrasikan ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), termasuk pemeriksaan DNA HPV dan pengembangan metode pengambilan sampel mandiri atau self-sampling.

Melalui metode self-sampling, perempuan dapat mengambil sampel sendiri dengan pendampingan petugas kesehatan sesuai prosedur yang tersedia. Kemenkes menyebut pendekatan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan partisipasi perempuan dalam pemeriksaan deteksi dini.

Pengambilan sampel untuk tes HPV DNA bergantung pada metode yang digunakan. Sebagian prosedur menggunakan sampel dari leher rahim, sedangkan metode tertentu dapat menggunakan sampel mandiri sesuai validasi dan ketentuan layanan pemeriksaan. Karena itu, jenis sampel dan prosedur perlu dikonfirmasi kepada fasilitas kesehatan.

Selain tes HPV DNA, pemeriksaan deteksi dini juga dapat dilakukan melalui pap smear dan IVA test. Pap smear bertujuan menemukan perubahan sel pada leher rahim, sedangkan IVA test menggunakan pemeriksaan visual dengan asam asetat. Pemilihan metode disesuaikan dengan rekomendasi medis dan kondisi individu.

Kemenkes juga menegaskan pentingnya tindak lanjut bagi perempuan yang memperoleh hasil skrining positif. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menilai kondisi leher rahim dan menentukan apakah diperlukan penanganan lebih lanjut.

Karena kanker serviks dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, perempuan disarankan tidak menunggu munculnya keluhan untuk berkonsultasi. Pemeriksaan sesuai rekomendasi, vaksinasi HPV, dan tindak lanjut medis merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan kanker serviks.


Tips Kesehatan Terkait