Vaksinasi HPV Jadi Langkah Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini

Vaksinasi HPV Jadi Langkah Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini

sariasih.id - Vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kanker serviks atau kanker leher rahim. Pemberian vaksin sebelum seseorang terpapar virus dapat memberikan perlindungan terhadap tipe HPV tertentu yang paling sering menyebabkan kanker.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, dr. Zulfia Wahyuni, Sp.OG, menjelaskan bahwa lebih dari 95 persen kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV. Virus ini dapat menyebar melalui kontak kulit dan selaput lendir, terutama dalam aktivitas seksual.

Infeksi HPV tipe tertentu dapat memicu perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Virus tersebut juga berkaitan dengan sejumlah kanker lain, seperti kanker vagina, vulva, penis, anus, dan orofaring.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut vaksinasi HPV sangat efektif untuk mencegah infeksi HPV, kanker serviks, dan sejumlah kanker lain yang berkaitan dengan virus tersebut. WHO memprioritaskan vaksinasi bagi anak perempuan usia 9–14 tahun sebelum terpapar virus. Jadwal pemberian dosis mengikuti rekomendasi yang berlaku dan kondisi individu.

WHO juga menetapkan target global eliminasi kanker serviks melalui strategi 90–70–90. Target tersebut mencakup 90 persen anak perempuan mendapat vaksinasi HPV lengkap sebelum usia 15 tahun, 70 persen perempuan menjalani skrining pada usia 35 dan 45 tahun, serta 90 persen perempuan dengan kondisi prakanker atau kanker memperoleh penanganan yang sesuai.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI menempatkan vaksinasi HPV sebagai salah satu pilar dalam upaya eliminasi kanker leher rahim pada 2030. Strategi nasional tersebut juga mencakup perluasan skrining dan penanganan pasien sesuai standar medis.

Menurut dr. Zulfia, vaksinasi HPV dapat dipertimbangkan pula pada kelompok usia lain berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan. Jumlah dosis ditentukan berdasarkan usia saat vaksinasi dimulai, jenis vaksin, serta pedoman medis yang berlaku.

Vaksin HPV secara umum dinilai aman dan efektif. Efek samping yang mungkin muncul biasanya ringan dan sementara, seperti nyeri atau kemerahan di lokasi suntikan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat alergi atau kondisi medis tertentu.

Meski vaksinasi berperan dalam pencegahan, perlindungan tersebut tidak menggantikan kebutuhan pemeriksaan deteksi dini. WHO menegaskan bahwa perempuan tetap perlu menjalani skrining sesuai pedoman yang berlaku, termasuk bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi HPV.
Karena itu, kombinasi vaksinasi HPV, pemeriksaan deteksi dini, dan konsultasi dengan dokter menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko kanker serviks.


Tips Kesehatan Terkait