Cegah Dehidrasi Secara Total untuk Pulihkan DBD

Cegah Dehidrasi Secara Total untuk Pulihkan DBD

sariasih.id -  Penanganan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak berhenti ketika masa kritis terlewati. Fase pemulihan atau convalescent phase menuntut kedisiplinan tinggi dalam manajemen asupan nutrisi dan cairan agar pasien terhindar dari komplikasi dehidrasi berat pasca-infeksi.

Berdasarkan laporan mitigasi penyakit menular dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, keberhasilan menekan angka kematian akibat DBD sangat bergantung pada deteksi dini dan resusitasi cairan yang akurat di fasilitas kesehatan. Sejalan dengan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menetapkan standar hidrasi sebagai lini pertama pengobatan demam dengue. Pasalnya, virus ini menyebabkan permeabilitas kapiler meningkat, sehingga cairan intravaskular merembes keluar yang berujung pada kondisi syok hipovolemik jika tidak diantisipasi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Laras Budiyani, SpPD dari RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, menekankan pentingnya manajemen cairan saat pasien memasuki hari ketujuh, yakni masa peralihan menuju pemulihan. Setelah demam mereda, pengembalian cairan tubuh yang hilang menjadi fokus utama terapi medis maupun perawatan lanjutan di rumah.

“Pemulihan bisa dilakukan dengan cukup cairan agar mencegah dehidrasi, carian bisa didapat dari jus buah, larutan oralit, dan istirahat yang cukup sebelum beraktivitas seperti biasa dengan konsumsi makanan bergizi,” saran dr. Laras Budiyani, SpPD.

Terapi rehidrasi oral seperti larutan oralit sangat direkomendasikan karena mengandung elektrolit esensial yang cepat mengganti ion tubuh yang terbuang selama fase demam tinggi. Selain itu, asupan nutrisi dari makanan bergizi seimbang akan mempercepat regenerasi sel darah merah dan trombosit di dalam sumsum tulang.

Pihak rumah sakit terus mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru beraktivitas berat pasca-rawat inap. Konsultasi lanjutan ke layanan kesehatan tetap diperlukan guna memastikan parameter darah kembali ke batas normal, memastikan pasien benar-benar pulih tanpa meninggalkan jejak kerusakan organ dalam akibat kebocoran plasma sebelumnya.


Tips Kesehatan Terkait