Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda Bahaya Asam Lambung

Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda Bahaya Asam Lambung

sariasih.id - Keluhan yang dianggap masyarakat sebagai “asam lambung” tidak selalu disebabkan oleh GERD. Rasa panas di dada, nyeri ulu hati, mual atau rasa asam yang naik ke tenggorokan memang dapat menjadi gejala gastroesophageal reflux disease (GERD), tetapi sejumlah keluhan tertentu membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI menyebut GERD dapat menimbulkan heartburn, regurgitasi, mual, kesulitan atau nyeri saat menelan, batuk kronis hingga suara serak. Pada masyarakat awam, GERD juga kerap disamakan dengan maag meskipun keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Menurut Dokter Umum RS Sari Asih Sangiang, dr Siti Nur Rokhmah Firda Fauziyah, masyarakat perlu memperhatikan tanda bahaya ketika keluhan yang dianggap sebagai asam lambung muncul.

Tanda tersebut antara lain sulit atau nyeri saat menelan, muntah berulang atau menetap, muntah darah atau muntah seperti bubuk kopi, BAB berwarna hitam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, kehilangan nafsu makan, nyeri dada yang berat serta keluhan yang terus berulang atau tidak membaik meskipun sudah dilakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan.

“Khusus nyeri dada, jangan langsung menganggapnya sebagai asam lambung. Nyeri dada juga dapat merupakan tanda masalah jantung sehingga perlu mendapatkan penilaian medis,” ujar dr. Firda.

Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa nyeri dada dapat berkaitan dengan berbagai kondisi. Nyeri dada yang terasa seperti terbakar dan disertai mual, muntah atau mulut terasa asam dapat ditemukan pada GERD, tetapi penyakit lain juga dapat menyebabkan keluhan di area dada.

Karena itu, nyeri dada yang disertai sesak napas, keringat dingin, mual atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang maupun punggung perlu mendapatkan penilaian medis segera.

Tanda bahaya lain yang perlu diperhatikan adalah gangguan menelan. Kesulitan atau rasa sakit ketika menelan tidak sebaiknya dianggap sebagai keluhan biasa, terutama apabila muncul berulang atau semakin berat.

Begitu pula dengan muntah darah dan BAB berwarna hitam. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa muntah darah atau hematemesis dan tinja berwarna hitam atau melena dapat menjadi tanda perdarahan saluran cerna bagian atas.

Pada GERD yang berlangsung lama, komplikasi tertentu juga dapat terjadi. Kementerian Kesehatan menyebut GERD sebagai salah satu faktor risiko utama Barrett’s esophagus, suatu kondisi perubahan pada lapisan esofagus yang berkaitan dengan refluks kronis.

Meski demikian, munculnya keluhan tidak berarti seseorang dapat langsung menentukan sendiri bahwa dirinya mengalami GERD atau komplikasi tertentu. Diagnosis tetap membutuhkan penilaian tenaga medis.

Dikatakan lebih lanjut oleh dr. Firda, pemeriksaan endoskopi tidak selalu diperlukan bagi seluruh pasien dengan gejala GERD. Pemeriksaan dapat dipertimbangkan apabila terdapat tanda bahaya, kecurigaan komplikasi, faktor risiko tertentu atau gejala yang tidak membaik dengan terapi yang sesuai.

“Jangan biasakan menahan atau mengabaikan keluhan yang terus berulang. Jika gejala semakin sering, mengganggu aktivitas atau tidur, maupun disertai tanda bahaya, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat,” ujar dr. Firda.

Pesan mengenai pemeriksaan dan tindak lanjut tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan Kemenkes pada 2026. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes menekankan bahwa deteksi dini harus diikuti penanganan dan pemantauan terhadap masalah kesehatan yang ditemukan.

Kemenkes mencatat hingga 31 Juli 2026 sebanyak 73,8 juta penduduk telah mengikuti CKG. Pemerintah menargetkan cakupan program tersebut mencapai 130 juta penduduk pada akhir 2026.

RS Sari Asih Sangiang mengimbau masyarakat tidak melakukan diagnosis sendiri berdasarkan istilah “maag” atau “asam lambung”. Keluhan saluran cerna dapat memiliki berbagai penyebab sehingga pemeriksaan oleh tenaga medis tetap diperlukan apabila keluhan menetap, berulang atau disertai tanda bahaya.


Tips Kesehatan Terkait