sariasih.id - Gangguan saat buang air kecil, mulai dari aliran urine yang melemah hingga rasa tidak tuntas setelah berkemih, dapat menjadi tanda adanya masalah pada saluran kemih. Pada pria, salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH).
Prostat merupakan kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Kelenjar ini berperan dalam sistem reproduksi pria, termasuk menghasilkan cairan yang menjadi bagian dari air mani.
Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan bahwa BPH merupakan pembesaran kelenjar prostat yang dapat menghambat aliran urine. Kondisi ini umum terjadi seiring bertambahnya usia, terutama pada pria berusia di atas 50 tahun.
Gejala pembesaran prostat yang perlu dikenali
Pembesaran prostat dapat menekan uretra sehingga proses berkemih menjadi tidak lancar. Gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, tetapi sejumlah keluhan yang perlu diperhatikan meliputi:
- Sulit memulai buang air kecil.
- Aliran urine lemah atau terputus-putus.
- Harus mengejan saat berkemih.
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Merasa kandung kemih belum kosong sepenuhnya.
- Muncul dorongan mendadak untuk buang air kecil.
- Urine menetes setelah selesai berkemih.
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil juga perlu mendapat perhatian. Namun, keluhan tersebut tidak otomatis menunjukkan BPH karena dapat disebabkan infeksi saluran kemih, peradangan prostat, atau kondisi lain.
Kapan harus memeriksakan diri?
Pemeriksaan medis diperlukan apabila gangguan berkemih berlangsung berulang, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter dapat melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes urine, pemeriksaan darah, atau ultrasonografi sesuai kebutuhan.
Pemeriksaan juga dapat mencakup tes prostate-specific antigen (PSA) apabila dinilai sesuai oleh dokter. Hasil PSA tidak dapat digunakan sendirian untuk memastikan kanker prostat karena kadarnya dapat meningkat pada sejumlah kondisi prostat.
Pria yang mengalami urine berdarah atau nyeri saat berkemih perlu segera mencari pertolongan medis. Apabila urine sama sekali tidak bisa keluar, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera.
BPH bukan kanker prostat
Pembesaran prostat jinak berbeda dari kanker prostat. BPH bukan kanker dan tidak sama dengan kanker prostat, meskipun sejumlah gejalanya dapat menyerupai gangguan prostat lainnya.
Penanganan BPH disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi pasien. Pilihannya dapat berupa pemantauan, perubahan kebiasaan sehari-hari, pemberian obat, atau tindakan medis jika diperlukan.
Mengenali perubahan pola buang air kecil sejak dini menjadi langkah penting agar penyebab keluhan dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.






