Obesitas Tingkatkan Risiko Jantung dan Stroke, Kenali Bahayanya Sejak Dini

Obesitas Tingkatkan Risiko Jantung dan Stroke, Kenali Bahayanya Sejak Dini

sariasih.id - Obesitas merupakan salah satu faktor risiko berbagai penyakit tidak menular yang dapat mengancam kesehatan dalam jangka panjang. Tidak hanya diabetes, kondisi ini juga berkaitan dengan hipertensi, gangguan kolesterol, penyakit jantung, hingga stroke.

Risiko tersebut tidak hanya mengancam kelompok usia lanjut. Anak muda dengan obesitas juga dapat mengalami gangguan metabolik apabila kondisi ini tidak ditangani dengan baik.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Sangiang, dr. Ahmad Mekkah, Sp.PD., M.Sc., M.Kes, menjelaskan bahwa penumpukan lemak berlebihan dapat memengaruhi berbagai fungsi organ tubuh.

Menurutnya, obesitas perlu ditangani secara menyeluruh karena dampaknya tidak hanya terlihat dari peningkatan berat badan, tetapi juga dari perubahan metabolisme dan kesehatan organ.

Obesitas Berkaitan dengan Berbagai Penyakit Berbahaya

Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah diabetes melitus tipe 2. Penumpukan lemak berlebih dapat berkaitan dengan resistensi insulin sehingga tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah secara optimal.

Selain itu, obesitas juga meningkatkan risiko penyakit perlemakan hati terkait disfungsi metabolik. Kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan hati dan fibrosis, bahkan pada sebagian pasien dapat berlanjut menjadi sirosis.

Komplikasi lain yang tidak kalah penting adalah hipertensi dan dislipidemia atau gangguan kadar lemak dalam darah.

Kombinasi tekanan darah tinggi, kolesterol abnormal, dan gangguan metabolik dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Pada perempuan, obesitas juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan berkaitan dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Pemeriksaan Kesehatan Membantu Mendeteksi Komplikasi

Ditegaskan dr. Ahmad bahwa penanganan obesitas sebaiknya tidak hanya berorientasi pada penurunan angka timbangan.

Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengetahui apakah pasien sudah mengalami komplikasi atau memiliki faktor risiko penyakit tertentu.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan berdasarkan kondisi pasien meliputi:

  • Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar perut.
  • Pemeriksaan gula darah dan HbA1c.
  • Pemeriksaan profil kolesterol.
  • Pemeriksaan fungsi hati.
  • Evaluasi tekanan darah dan faktor risiko kardiovaskular.

Hasil pemeriksaan tersebut membantu dokter menentukan strategi penanganan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Penanganan Obesitas Membutuhkan Pendekatan Menyeluruh

Menurut dr. Ahmad, menurunkan berat badan tidak selalu cukup dengan mengurangi porsi makan. Pasien juga perlu memperhatikan keseimbangan nutrisi, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta kondisi psikologis.

Di RS Sari Asih Sangiang, penanganan obesitas dapat dilakukan melalui pendekatan medis yang meliputi evaluasi metabolik, pengobatan penyakit penyerta, dan terapi penurunan berat badan apabila memang memenuhi indikasi medis.

Penanganan juga dapat melibatkan kolaborasi dengan dokter spesialis gizi klinik, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan pasien.

Pendekatan multidisiplin ini bertujuan membantu pasien mencapai berat badan yang lebih sehat sekaligus memperbaiki fungsi organ dan kualitas hidup.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami kenaikan berat badan berlebihan, memiliki riwayat keluarga diabetes atau penyakit jantung, serta mengalami keluhan seperti mudah lelah, mendengkur saat tidur, atau muncul bercak gelap pada lipatan kulit.

Pemeriksaan juga penting bagi mereka yang telah memiliki faktor risiko metabolik meskipun belum merasakan gejala tertentu.

" Kami tidak hanya fokus pada angka di timbangan, tetapi pada perbaikan fungsi organ dan kualitas hidup pasien," ujar dr. Ahmad.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menunggu munculnya komplikasi untuk mulai memperhatikan berat badan dan kesehatan metabolik.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit serius akibat obesitas.


Tips Kesehatan Terkait