sariasih.id - Bagi setiap muslim, perintah untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan adalah wajib. Alangkah sayangnya momentum satu tahun sekali ini terlewatkan. Namun bagaimana bagi seorang muslim yang ingin melaksanakan puasa namun penyakit diabetes terkendali.
Masing-masing penderita diabetes memiliki kondisi yang berbeda-beda. Untuk menjalankan puasa, penderita diabetes perlu dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter yang bersangkutan, karena ada yang diperbolehkan dan tidak.
Namun tak perlu takut untuk menjalannya, momen bulan berkah ini masih bisa diikuti oleh para penderita diabetes. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Sari Asih Karawaci , Kota Tangerang, dr. Fandy Erlangga, Sp.PD, memberikan beberapa tips agar bisa menjalankan puasa Ramadhan ini dengan khusyu.
1. Penyesuain Nutrisi dan Aktivitas Fisik
Penyesuaian nutrisi ialah dimana 40% dikonsumsi saat sahur dan 50% saat buka puasa. Menurut dr. Fandy Erlangga, Sp.PD , sahur sangat penting, jangan sampai tidak, karena baik dalam agama maupun medis sahur itu sangat penting. Namun tentunya protein, lemak, dan karbohidrat harus disesuaikan, perbanyak cairan, kurang lebih 30-50 cc per kg berat badan. “Semisal berat badan kita 50 kg, maka minum harus ,1,5-2,5 liter per hari. Selain itu pengaturan aktivitas fisik. Kalau mau berolahraga sebaiknya dilakukan 1-2 jam menjelang buka puasa,” ujarnya.
2. Pengaturan Dosis obat
Hal ini disebutkan dr. Fandy Erlangga, Sp.PD, dilakukan untuk menghindari terjadinya hipoglikimia atau gula darah yang terlalu rendah, oleh karena itu dosis obat harus disesuaikan, dimana saat sahur dosisnya harus lebih kecil dibanding saat setelah berbuka puasa. “Untuk dosis pastinya tentu harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke masing-masing dokter, karena bagi pasien diabetes sangat individual,” tulisnya lagi.
3. Memiliki Alat Tes Gula Darah
“Ini yang penting, kita harus mempunyai alat tes gula darah sendiri dimana kita harus rajin-rajin memeriksakan gula darah. Dan waktunya di pagi atau sore hari,” tutup dr. Fandy Erlangga, Sp.PD.
Cek kesehatan secara rutin di fasilitas kesehatan Rumah Sakit Sari Asih terdekat untuk mencegah risiko gangguan yang lebih berat.






