Anak Batuk dan Demam? Kenali Tanda Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Anak Batuk dan Demam? Kenali Tanda Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

sariasih.id - Batuk dan pilek merupakan keluhan yang cukup sering dialami anak. Namun, orang tua perlu lebih waspada apabila keluhan tersebut disertai demam tinggi, napas cepat, sesak atau anak mulai sulit makan dan minum. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi saluran pernapasan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pneumonia.

Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Karawaci, Kota Tangerang, dr. Rahardi Mokhtar, Sp.A, menjelaskan bahwa gejala pneumonia pada anak dapat berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya.

“Gejala khasnya seperti pilek dan batuk, demam tinggi hingga sesak napas,” ujar dr. Rahardi.

Menurutnya, penanganan pneumonia perlu disesuaikan dengan kondisi anak. Jika gejala masih ringan, perawatan dapat dilakukan di rumah sesuai arahan tenaga kesehatan. Namun, ketika kondisi memburuk, anak perlu segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kondisi yang memberat seperti demam tinggi, napas berat dan tidak mau makan sebaiknya dilakukan rawat inap di fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan sesuai penyebabnya,” jelas dr. Rahardi.

Kementerian Kesehatan RI juga mencantumkan demam, batuk dan kesulitan bernapas sebagai gejala pneumonia pada balita. Kesulitan bernapas dapat terlihat dari napas yang lebih cepat atau adanya tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam.

WHO dalam pedoman terbaru mengenai tata laksana pneumonia dan diare pada anak hingga usia 10 tahun menekankan pentingnya pengenalan tanda dan gejala, termasuk penilaian terhadap gangguan oksigenasi ketika fasilitas pemeriksaan tertentu tidak tersedia. Pedoman tersebut diterbitkan untuk membantu negara memperkuat penanganan penyakit anak secara berbasis bukti.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan apakah anak mengalami batuk atau demam, tetapi juga melihat perubahan pola napas, kemampuan makan dan minum, serta kondisi umum anak.

Pencegahan juga tetap penting. Selain menjaga kebersihan tangan dan menghindari paparan asap rokok, imunisasi dapat memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit penyebab pneumonia.

Salah satunya adalah imunisasi PCV. Kemenkes RI menetapkan PCV sebagai bagian dari imunisasi rutin dan memberikan tiga dosis pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 12 bulan.

WHO juga merekomendasikan penggunaan PCV dalam program imunisasi anak dan pada 2025 kembali menerbitkan posisi terbaru mengenai vaksin pneumokokus untuk bayi dan anak di bawah usia 5 tahun.

Mengenali tanda bahaya dan memastikan imunisasi anak sesuai jadwal menjadi dua langkah yang dapat dilakukan keluarga untuk mengurangi risiko pneumonia serta mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat.


Tips Kesehatan Terkait