WHO Terbitkan Panduan Baru Penanganan Obesitas Anak

WHO Terbitkan Panduan Baru Penanganan Obesitas Anak

sariasih.id - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menerbitkan dua pedoman baru mengenai pengelolaan obesitas pada anak dan remaja pada 7 Oktober 2026. Pedoman tersebut memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk membantu sistem kesehatan dan tenaga kesehatan memberikan penanganan yang terintegrasi dan berpusat pada kebutuhan anak serta keluarga.

Pedoman pertama ditujukan untuk anak usia 29 hari hingga di bawah 10 tahun, sedangkan pedoman kedua ditujukan bagi remaja usia 10 hingga 19 tahun. Keduanya menggunakan pendekatan pelayanan kesehatan primer dan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan individu dan keluarga.

WHO menyebut pengelolaan obesitas pada anak dan remaja perlu dilakukan secara terintegrasi. Rekomendasinya mencakup pola makan, aktivitas fisik, perilaku sedentari, tidur dan intervensi perubahan perilaku. Pedoman juga membahas intervensi kesehatan digital, terapi obat, operasi bariatrik serta pendekatan multimodal untuk kondisi tertentu.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan obesitas pada anak tidak cukup hanya dengan meminta anak mengurangi makanan atau meningkatkan olahraga. Kondisi anak perlu dinilai secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kesehatan, lingkungan keluarga, perilaku, aktivitas fisik, pola tidur serta faktor lain yang dapat memengaruhi berat badan.

WHO juga menekankan pendekatan yang people-centred, termasuk mempertimbangkan pandangan, nilai dan kebutuhan anak maupun pengasuhnya. Prinsip kesetaraan, hak asasi manusia dan kebutuhan yang berbeda pada setiap anak turut menjadi bagian dari pedoman tersebut.

Besarnya persoalan obesitas pada kelompok usia muda juga menjadi perhatian global. WHO menyebut pada 2024 terdapat sekitar 400 juta anak dan remaja usia 5–19 tahun yang mengalami kelebihan berat badan, termasuk sekitar 170 juta yang hidup dengan obesitas. Prevalensi obesitas pada kelompok usia tersebut disebut telah meningkat sekitar empat kali lipat sejak 1990.

Bagi orang tua, kondisi ini menjadi pengingat bahwa perubahan pola hidup keluarga dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak. Orang tua dapat membantu dengan menyediakan pilihan makanan bergizi seimbang, mendorong aktivitas fisik sesuai usia, membatasi perilaku sedentari dan memastikan anak memperoleh waktu tidur yang cukup.

Jika berat badan anak terus meningkat atau terdapat kekhawatiran mengenai pertumbuhan dan kesehatannya, orang tua sebaiknya tidak melakukan diet ketat secara mandiri. Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan diperlukan untuk menilai kondisi anak dan menentukan langkah yang sesuai.

Masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Sari Asih terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan rekomendasi penanganan sesuai kondisi masing-masing anak.


Tips Kesehatan Terkait