Kenapa Anak Bisa Terkena Diabetes? Ini Faktor Risiko Menurut Dokter

Kenapa Anak Bisa Terkena Diabetes? Ini Faktor Risiko Menurut Dokter

sariasih.id - Diabetes selama ini lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa. Namun, penyakit yang berkaitan dengan gangguan pengaturan gula darah tersebut juga dapat terjadi pada anak dan remaja.

Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dr. Dinar Handayani, SpA, mengatakan kasus diabetes pada anak yang ditemuinya tahun ini meningkat lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini ada peningkatan lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini bisa diakibatkan oleh banyak hal, paling sering adalah masalah autoimun yang menyebabkan gagalnya fungsi hormon insulin dalam tubuh untuk mengontrol gula darah,” ujar dr. Dinar.

Penyebab diabetes pada anak tidak selalu sama. Diabetes tipe 1 berkaitan dengan proses autoimun, sedangkan diabetes tipe 2 berkaitan dengan resistensi insulin dan sejumlah faktor risiko, termasuk berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik serta faktor genetik.

WHO menjelaskan bahwa diabetes tipe 1 merupakan kondisi autoimun ketika tubuh berhenti memproduksi insulin. Sementara diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif dan secara bertahap tidak mampu memproduksi insulin yang cukup.

Kenapa Faktor Genetik Perlu Diperhatikan?

Menurut dr. Dinar, faktor genetik juga dapat meningkatkan potensi seorang anak mengalami diabetes.

“Semisal orang tuanya memiliki penyakit diabetes, maka kemungkinan besar akan menurun kepada anaknya,” kata dr. Dinar.

Riwayat keluarga memang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Namun, keberadaan anggota keluarga dengan diabetes tidak berarti seorang anak pasti akan mengalami penyakit yang sama.

Risiko tersebut perlu dilihat bersama faktor lain dan kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.

Bagaimana Gaya Hidup Berhubungan dengan Diabetes Anak?

Selain faktor genetik, dr. Dinar menyoroti pola hidup yang kurang baik sebagai salah satu faktor yang dapat memperbesar risiko diabetes pada anak, terutama diabetes tipe 2.

“Gaya hidup yang kurang baik turut memperbesar faktor risiko seorang anak menderita diabetes, sehingga memiliki berat badan berlebih seperti obesitas dan aktivitas fisiknya kurang, sehingga menimbulkan tumpukan lemak yang membuat sel insulin mengelola gula darah dalam tubuhnya,” lanjut dr. Dinar.

Informasi tersebut sejalan dengan WHO yang menyebut berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik dan faktor genetik sebagai faktor yang berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2. WHO juga mencatat laporan diabetes tipe 2 pada anak yang sebelumnya jarang kini meningkat di berbagai wilayah dunia.

Kementerian Kesehatan RI juga menempatkan obesitas sebagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2. Pada Juli 2026, Kemenkes menyebut obesitas sebagai salah satu kondisi yang dapat menjadi pintu masuk berbagai komplikasi, termasuk diabetes melitus tipe 2.

Ketika Anak Lebih Banyak Duduk dan Berat Badan Bertambah

Pola hidup anak saat ini dapat membuat aktivitas fisik berkurang. Waktu yang lebih banyak digunakan untuk duduk, bermain gawai atau aktivitas lain yang minim gerak dapat berkontribusi terhadap rendahnya aktivitas fisik.

Masalahnya bukan sekadar berat badan. Kurangnya aktivitas fisik dapat berkaitan dengan kesehatan metabolik dan meningkatkan risiko sejumlah penyakit tidak menular.

Kemenkes juga mengingatkan bahwa konsumsi gula, garam dan lemak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk diabetes dan obesitas.

Namun, pencegahan diabetes tipe 2 pada anak bukan berarti melakukan diet ketat secara sembarangan. Anak tetap membutuhkan asupan gizi untuk tumbuh dan berkembang.

Yang perlu diperhatikan adalah pola makan seimbang, aktivitas fisik yang sesuai usia, tidur yang cukup serta pemantauan pertumbuhan dan berat badan.

Diabetes Tipe 1 Berbeda dengan Tipe 2

Hal penting yang perlu dipahami orang tua adalah diabetes tipe 1 dan tipe 2 mempunyai mekanisme berbeda.

WHO menyebut diabetes tipe 1 saat ini belum dapat dicegah karena penyebab dan strategi pencegahannya belum diketahui secara pasti. Sementara risiko diabetes tipe 2 dapat dikurangi melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik dan pengelolaan berat badan.

Karena itu, tidak tepat jika seluruh kasus diabetes pada anak dianggap semata-mata akibat makanan manis atau kurang olahraga.

Mengenali jenis diabetes menjadi penting agar anak mendapatkan penanganan sesuai penyebab dan kebutuhannya.


Tips Kesehatan Terkait