sariasih.id - Musim kemarau dengan cuaca panas, udara kering, debu, dan paparan polusi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan anak. Pada periode ini, orang tua perlu lebih memperhatikan kebersihan lingkungan serta kebiasaan sehari-hari anak untuk membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Karawaci, Kota Tangerang, dr. Rahardi Mokhtar, SpA, mengatakan kondisi daya tahan tubuh anak perlu mendapat perhatian karena anak dapat lebih mudah mengalami infeksi saluran pernapasan. Salah satu keluhan yang sering muncul adalah batuk dan pilek.
Kondisi batuk dan pilek pada anak umumnya berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan, terutama akibat virus. Sementara paparan debu dan polusi dapat memperburuk iritasi saluran pernapasan atau memperberat keluhan pada anak yang sudah mengalami gangguan pernapasan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pedoman kebersihan tangan komunitas yang diterbitkan pada 2025 dan diperbarui pada 2026 menyebut kebersihan tangan merupakan salah satu langkah yang dapat membantu mengurangi infeksi saluran pernapasan akut di lingkungan masyarakat.
Karena itu, orang tua dapat membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah bermain, setelah menggunakan fasilitas umum, serta setelah batuk atau bersin. Hand sanitizer dapat digunakan ketika akses terhadap air dan sabun tidak tersedia.
Selain tangan, etika batuk dan bersin juga perlu diajarkan sejak dini. Anak dapat dibiasakan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku ketika batuk maupun bersin.
Kebersihan dan sirkulasi udara di rumah juga tidak kalah penting. WHO menyebut paparan polusi udara dapat berdampak terhadap kesehatan anak dan berkaitan dengan berbagai gangguan pernapasan. Anak termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak lingkungan yang tidak sehat.
Untuk membantu menjaga saluran pernapasan tetap nyaman, orang tua juga dapat memperhatikan kecukupan cairan anak. Asupan makanan bergizi seimbang serta waktu tidur yang cukup juga menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Penggunaan masker dapat dipertimbangkan dalam situasi tertentu, misalnya ketika anak berada di lingkungan yang padat atau ketika terdapat paparan penyakit pernapasan. Namun, pemilihan dan penggunaan masker perlu disesuaikan dengan usia serta kondisi anak. WHO menekankan bahwa masker harus terpasang dengan baik dan menutup hidung, mulut, serta dagu.
Orang tua juga tidak perlu langsung memberikan suplemen vitamin ketika anak mengalami batuk atau pilek. Bila ingin memberikan vitamin tambahan, sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk memastikan kebutuhan anak.
Dengan menjaga kebersihan tangan, etika batuk, kualitas udara, asupan cairan, nutrisi, istirahat, serta mengurangi paparan debu dan polusi, orang tua dapat membantu menjaga kesehatan anak selama musim kemarau.






