sariasih.id - Dunia kesehatan kulit dan dermatologi global terus mengingatkan pentingnya menjaga integritas skin barrier (lapisan pelindung kulit) dalam setiap prosedur eksfoliasi. Tindakan pengelupasan yang terlalu agresif dikhawatirkan dapat merusak mikrobioma kulit, memicu iritasi kronis, hingga meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari.
Menjawab tantangan tersebut, inovasi perawatan kulit modern seperti LHALA Peel yang kini tersedia di Klinik Aesthetic & Wellness RS Sari Asih Karawaci hadir sebagai solusi medis yang mengutamakan keamanan jaringan kulit. dr. Vinny Desyagiarini selaku Dokter Aesthetic RS Sari Asih Karawaci menegaskan bahwa perawatan ini diformulasikan khusus agar ramah bagi berbagai jenis kulit.
Secara klinis, LHALA Peel memanfaatkan turunan asam salisilat generasi baru berbasis lipid (Lipo Hydroxy Acid / LHA). Komponen ini memiliki ukuran molekul yang lebih besar dan sifat lipofilik (larut dalam minyak), sehingga penetrasi ke dalam kulit terjadi secara perlahan dan merata. Cara kerja ini meminimalisasi risiko efek samping seperti sensasi perih, rasa cekit-cekit yang menyiksa, maupun pengelupasan ekstrem yang biasa dijumpai pada peeling konvensional.
Berdasarkan panduan organisasi kesehatan dan standar dermatologi estetika, penggunaan bahan aktif yang mendukung regenerasi kolagen sekaligus menenangkan jaringan kulit sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan jangka panjang kulit wajah. Di RS Sari Asih Karawaci, setiap pasien diwajibkan menjalani asesmen dan konsultasi medis terlebih dahulu bersama dokter ahli sebelum tindakan dilakukan. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa protokol perawatan benar-benar selaras dengan indikasi medis serta profil keamanan kulit pasien.






