Wortel Disebut Bisa Atasi Mata Minus, Dokter Mata Beri Penjelasan

Wortel Disebut Bisa Atasi Mata Minus, Dokter Mata Beri Penjelasan

sariasih.id - Wortel selama ini dikenal sebagai salah satu makanan yang baik untuk menjaga kesehatan mata. Kandungan vitamin A dan beta-karoten di dalamnya membuat sayuran berwarna oranye ini kerap dianggap mampu memperbaiki penglihatan, bahkan menyembuhkan mata minus.

Anggapan tersebut membuat banyak orang tua menjadikan wortel sebagai salah satu menu makanan untuk anak. Padahal, meski nutrisi yang terkandung dalam wortel penting bagi kesehatan mata, konsumsi wortel tidak dapat menghilangkan mata minus atau rabun jauh.

Dokter Spesialis Mata RS Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang, dr. Reny Violeta, SpM, membenarkan bahwa wortel memiliki kandungan vitamin A yang baik untuk mata. Namun, menurutnya, wortel bukan satu-satunya sumber nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan penglihatan.

“Selain wortel, semua sayuran berwarna hijau dan merah serta ikan laut sangat bagus untuk mata dan memiliki vitamin yang banyak,” ujar dr. Reny Violeta, SpM.

Menurut dr. Reny, menjaga kesehatan mata melalui asupan berbagai nutrisi memang penting. Namun, makanan bergizi tidak dapat menyembuhkan kelainan refraksi yang sudah terjadi, termasuk mata minus.

Hal ini sejalan dengan informasi Kementerian Kesehatan RI yang menyebut anggapan bahwa mengonsumsi wortel dapat mengurangi mata minus adalah keliru. Kelainan refraksi membutuhkan koreksi yang sesuai dan tidak dapat berkurang atau hilang hanya karena makanan.

WHO juga menjelaskan bahwa miopia atau rabun jauh merupakan salah satu bentuk kelainan refraksi yang membuat seseorang kesulitan melihat objek yang jauh dengan jelas. Kelainan refraksi terjadi ketika cahaya tidak terfokus dengan tepat pada retina.

Dijelaskan dr. Reny menjelaskan, mata minus maupun gangguan penglihatan lainnya seperti rabun dekat, rabun jauh dan gangguan penglihatan akibat faktor usia perlu ditangani berdasarkan hasil pemeriksaan mata.

“Dan jika memang diperlukan tindakan, harus melakukan tindakan operasi, seperti operasi lasik atau operasi penggantian lensa,” ujar dr. Reny Violeta, SpM.

WHO menyebut gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi dapat dikoreksi menggunakan kacamata atau lensa kontak, sedangkan pada kondisi tertentu dapat dilakukan koreksi melalui operasi laser setelah dewasa.

Meski demikian, bukan berarti wortel dan makanan bergizi tidak penting. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan mata, sementara sumber provitamin A seperti wortel, bayam, mangga, pepaya dan tomat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

WHO juga menyebut kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan, terutama rabun senja, dan pada kondisi berat dapat menyebabkan kerusakan kornea hingga kebutaan.

Karena itu, dr. Reny menyarankan masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan untuk tidak hanya mengandalkan makanan, tetapi melakukan pemeriksaan mata agar mendapatkan terapi yang sesuai.

“Jadi makan wortel tidak bisa menyembuhkan mata minus, sebaiknya jika ada keluhan harus dikonsultasikan kepada dokter mata untuk menentukan terapi yang tepat,” tutup dr. Reny Violeta, SpM.

Jadi, wortel tetap baik sebagai bagian dari pola makan bergizi untuk menjaga kesehatan mata, tetapi bukan obat untuk menghilangkan mata minus. Menjaga asupan nutrisi sejak dini tetap penting, sementara gangguan penglihatan yang sudah muncul sebaiknya diperiksa oleh dokter mata.


Tips Kesehatan Terkait

Chat Info

Layanan Online atau Tanya Informasi Lainnya. Operasional : 08:00 - 22:00