sariasih.id - Kebiasaan sehari-hari sering kali dianggap sepele, padahal pola makan, konsumsi cairan, aktivitas fisik hingga kebiasaan ketika berada di toilet dapat berkaitan dengan munculnya keluhan wasir atau ambeien.
Dokter Spesialis Bedah Umum RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dr Fiki Apriliano Risenta, SpB, mengatakan salah satu potensi penyebab wasir adalah gaya hidup yang kurang baik.
“Seperti makanan yang kurang serat seperti kurang konsumsi sayuran dan buah-buahan, kurang air putih, jarang berolahraga dan juga lebih lama jongkok di kloset bisa menjadi potensi penyebab wasir,” ujar dr Fiki Aprilino.
Wasir atau hemoroid dapat menimbulkan sejumlah keluhan, seperti rasa gatal, nyeri, tidak nyaman, benjolan di sekitar anus, hingga perdarahan saat buang air besar. Keluhan tersebut dapat membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
Menurut dr Fiki, apabila wasir sudah muncul, penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Ia membedakan wasir menjadi wasir dalam dan wasir luar. Pada sebagian pasien dengan keluhan buang air besar berdarah dan benjolan, pengobatan dapat dilakukan dengan obat serta perubahan gaya hidup.
Pentingnya pola makan sehat juga sejalan dengan panduan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Dalam pembaruan mengenai pola makan sehat pada 2026, WHO menyebutkan bahwa orang berusia lebih dari 10 tahun dianjurkan mengonsumsi sedikitnya 400 gram buah dan sayuran per hari serta sedikitnya 25 gram serat alami setiap hari. WHO menekankan bahwa pola makan sehat perlu mengutamakan kecukupan, keseimbangan, moderasi dan keberagaman makanan.
Konsumsi serat berperan penting dalam menjaga pola buang air besar. Kemenkes RI juga menganjurkan konsumsi serat, cukup air putih, tidak menahan buang air besar, serta menghindari mengejan sebagai bagian dari upaya mencegah wasir.
Selain makanan dan cairan, aktivitas fisik juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Kemenkes RI pada 2025 kembali mendorong aktivitas fisik rutin dan menyebutkan target umum 150 menit aktivitas fisik per minggu atau sekitar 30 menit setiap hari. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus mendukung pencegahan berbagai penyakit tidak menular.
Dalam konteks wasir, perubahan kebiasaan tidak berarti seseorang dapat mengobati seluruh kasus hanya dengan memperbaiki gaya hidup. Tingkat keparahan hemoroid tetap perlu dinilai tenaga kesehatan.
Kemenkes RI juga mengingatkan bahwa perdarahan saat buang air besar jangan selalu dianggap sebagai wasir. Perdarahan dari anus dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi lain sehingga pemeriksaan medis diperlukan apabila keluhan muncul atau berulang.
Karena itu, memperbanyak sayur dan buah, mencukupi kebutuhan cairan, rutin bergerak, tidak menahan BAB dan menghindari mengejan merupakan kebiasaan yang dapat diperhatikan dalam menjaga kesehatan pencernaan. Sementara bagi orang yang sudah mengalami benjolan, nyeri atau perdarahan, pemeriksaan dokter tetap menjadi langkah penting untuk menentukan penyebab dan penanganannya.






