Sering Mual dan Muntah, Waspadai Gejala Gangguan Ginjal

Sering Mual dan Muntah, Waspadai Gejala Gangguan Ginjal

sariasih.id - Gangguan ginjal kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Namun, ketika fungsi ginjal semakin menurun, sejumlah keluhan seperti mual, muntah, mudah lelah, hingga pembengkakan tubuh dapat muncul dan perlu mendapat perhatian medis.

Ginjal memiliki fungsi penting dalam menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan melalui urine. Organ ini juga berperan dalam mengatur tekanan darah, membantu pembentukan sel darah merah, serta menjaga kesehatan tulang.

Ketika fungsi ginjal terganggu, keseimbangan zat dan cairan dalam tubuh dapat ikut terpengaruh. Sayangnya, kondisi tersebut tidak selalu mudah dikenali sejak awal sehingga sebagian pasien baru mengetahui penyakitnya ketika sudah memasuki tahap lanjut.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dr. Laras Budiyani, SpPD, menjelaskan bahwa gangguan ginjal dapat menimbulkan beragam gejala, mulai dari mudah lelah, sesak napas, perubahan jumlah urine, mual dan muntah, gatal-gatal, hingga pembengkakan.

“Keluhan tersebut dapat menjadi tanda gangguan ginjal yang sudah memasuki stadium lanjut, terutama pada penyakit ginjal kronis,” ujar dr. Laras.

Menurutnya, risiko penyakit ginjal kronis lebih tinggi pada orang dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kebiasaan merokok berat, berat badan berlebih, serta penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat merusak ginjal dalam jangka panjang.

Selain itu, gangguan ginjal juga dapat dipicu infeksi saluran kemih berulang, batu yang menyumbat saluran kemih, maupun gangguan lain yang menghambat aliran urine.

Pemeriksaan Rutin untuk Mendeteksi Gangguan Ginjal

Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi gangguan ginjal lebih dini, khususnya bagi orang yang memiliki faktor risiko. Pemeriksaan dapat mencakup pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, tes urine, dan pemeriksaan fungsi ginjal sesuai indikasi medis.

Masyarakat disarankan dr. Laras untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi ginjal.

“Bagi yang memiliki potensi penyakit ginjal kronik, baiknya mulai menerapkan pola hidup sehat. Berhenti merokok, usahakan memiliki berat badan yang ideal dengan rutin berolahraga serta mengonsumsi makanan sehat,” tegas dr. Laras.

Jika gangguan ginjal terdeteksi, pasien perlu berkonsultasi dengan tenaga medis agar penyebab dan tingkat keparahan penyakit dapat diketahui. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

“Semisal ada batu yang menghalangi saluran pada kemih, maka ada tindakan terapi yang dilakukan sesuai kondisinya,” ujar dr. Laras.

Pada pasien penyakit ginjal kronis, pengaturan asupan garam dan protein perlu disesuaikan dengan kondisi klinis dan anjuran tenaga medis. Pembatasan makanan tinggi kalium juga dapat diperlukan pada pasien tertentu, misalnya ketika kadar kalium dalam darah meningkat.

Masyarakat sebaiknya tidak menunggu gejala berat untuk memeriksakan kesehatan ginjal. Mual dan muntah yang menetap, terutama jika disertai sesak napas, pembengkakan, atau penurunan jumlah urine, perlu segera dievaluasi oleh tenaga medis.


Tips Kesehatan Terkait