sariasih.id - Depresi merupakan gangguan kesehatan mental serius yang meliputi gangguan emosi, fisik, pikiran, hingga hubungan sosial. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis, kondisi ini dapat memperburuk kualitas hidup hingga memicu keinginan untuk mengakhiri hidup.
Psikolog RS Sari Asih Serang, Irgahayu Madhina, M.Psi, menjelaskan bahwa depresi ditandai oleh sekumpulan gejala seperti suasana hati yang terus-menerus sedih, putus asa, tertekan, mudah lelah, hingga kehilangan minat beraktivitas.
"Depresi ditandai dengan suasana hati dan perasaan yang terus menerus merasa sedih dan tertekan, kehilangan minat dalam beraktivitas, mudah lelah, kehilangan nafsu makan atau nafsu makan berlebih sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari," ujar Irgahayu Madhina, Selasa (26/08/2026).
Ia menambahkan, indikasi depresi juga dapat terlihat dari perubahan fisik, seperti penurunan atau peningkatan berat badan secara signifikan tanpa program khusus. Apabila gejala-gejala tersebut berlangsung lebih dari dua minggu, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi ke psikolog di fasilitas kesehatan terdekat.
Menurut Irgahayu Madhina, pengabaian gejala depresi berisiko memicu perilaku tidak sehat sebagai mekanisme pelarian.
"Misalnya, setiap kali merasa stres atau tertekan maka hal yang dilakukan yaitu dengan makan makanan manis. Jika semakin intens, dilakukan berulang, tentu akan mendatangkan penyakit lainnya. Kondisi kesehatan terganggu, masalah utamanya pun tak kunjung tertangani, maka dampaknya akan semakin luas," ungkapnya.
Lebih lanjut, Irgahayu Madhina menegaskan bahwa depresi yang tidak ditangani dapat mengganggu aspek pekerjaan, relasi sosial, hingga mengancam nyawa.
"Depresi ini juga merupakan salah satu penyebab keinginan untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri, yang tentunya semakin kesini semakin banyak ditemukan. Bisa dibayangkan jika seseorang yang mengalami gejala depresi namun tidak segera mendapatkan pertolongan, akan seperti apa?" jelasnya.
Meskipun depresi tidak bisa dicegah sepenuhnya karena melibatkan gangguan fungsi kimiawi di otak, risikonya dapat diminimalisasi melalui deteksi dini dan intervensi yang tepat.
Guna mengurangi risiko tersebut, Irgahayu Madhina menyarankan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan seimbang, berolahraga rutin, menjaga waktu tidur, mengelola stres, serta rutin berbagi cerita kepada orang yang dipercaya.

