sariasih.id - Keluhan sakit kepala merupakan masalah kesehatan yang sangat umum dialami masyarakat, setidaknya sekali dalam setahun. Meski kerap dianggap ringan dan bisa membaik dengan beristirahat atau minum obat pereda nyeri, kebiasaan mengobati sakit kepala secara mandiri ternyata tidak disarankan, terutama jika gejalanya tak kunjung mereda.
Dokter Spesialis Saraf RS Sari Asih Serang, dr. Rikhy Andhani, Sp.S, M.Sc, menjelaskan bahwa sakit kepala dapat muncul secara bertahap maupun mendadak. Secara medis, kondisi ini dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala primer dan sekunder, yang dipicu oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun luar area kepala.
Menurut dr. Rikhy, gangguan ini tidak boleh disepelekan jika rasa sakitnya sudah terasa tidak tertahankan, membuat badan limbung, atau tetap bertahan meski pasien telah mengonsumsi beberapa pil pereda nyeri. Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan primer tertentu yang memerlukan penanganan dari ahlinya.
"Jika tidak didapatkan kelainan neurologis (saraf) tapi sakit kepala menjadi tambah hebat dan tidak membaik dengan obat, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar dr. Rikhy Andhani, Sp.S, M.Sc, Selasa (26/08/2026).
Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang sering kali meremehkan sakit kepala hebat dan memilih terus membeli obat bebas. Padahal, jika terdeteksi adanya indikasi gangguan neurologis, penanganan medis yang tepat sangat krusial agar penyebab utamanya dapat diketahui secara pasti.
"Sebaiknya langsung mendatangi ahlinya untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan akurat," tegas dr. Rikhy.
Pemeriksaan medis oleh dokter spesialis bertujuan untuk melacak akar penyebab keluhan pada tubuh pasien secara menyeluruh. Dengan mengidentifikasi pemicunya sejak dini, dokter dapat memberikan terapi yang akurat sehingga sakit kepala hebat tidak berulang dan mencegah komplikasi kesehatan yang lebih berat.


