Bahaya Batu Ginjal: Kenali Gejala, Penyebab, dan Metode Penanganan Medis

Bahaya Batu Ginjal: Kenali Gejala, Penyebab, dan Metode Penanganan Medis

sariasih.id - Penyakit batu ginjal kerap disalahartikan atau masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat, padahal kondisi ini menyimpan risiko kesehatan yang serius jika diabaikan. Nyeri pinggang dan gangguan berkemih sering kali menjadi tanda awal yang perlu diwaspadai.

Dokter Spesialis Urologi RS Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang, dr. Septiani Hidianingsih, Sp.U, menjelaskan bahwa batu ginjal terbentuk akibat proses filtrasi garam dan mineral yang kurang sempurna di dalam organ ginjal.

"Materi tersebut berasal dari garam dan mineral yang tidak mengalami proses filtrasi yang kurang sempurna di dalam ginjal. Hal ini bisa diakibatkan oleh faktor genetik, pola hidup yang tidak baik, seperti kurang minum dan banyak makan makanan seperti jengkol, jeroan, cumi, udang, dan lain-lain, faktor pekerjaan, faktor lingkungan, dan lain-lain," ujar dr. Septiani, Kamis (27/08/2026). 

Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, gejala batu ginjal dapat memicu komplikasi berbahaya seperti gagal ginjal. Gangguan ini berpotensi menyebabkan kerusakan permanen, terbentuknya sumbatan pada ureter atau saluran kemih yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih, hingga membuat aliran kencing terbendung dan ginjal membengkak.

"Jika fungsi-fungsi tersebut terganggu maka akan menyebabkan sulit buang air kecil, atau bahkan tidak terbentuk urine. Sehingga bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan segera akan berakibat kepada gagal ginjal. Konsekuensinya pasien tersebut harus cuci darah," sebut dr. Septiani. 

Ia menyarankan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan tersebut sebelum kondisi bertambah parah, agar dokter dapat memastikan letak batu, baik di dalam ginjal maupun di saluran kemih.

Terkait penanganan medis, dr. Septiani mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada obat-obatan yang mampu menghancurkan materi batu yang telah terbentuk. Tindakan operasi menjadi salah satu pilihan utama yang disarankan, salah satunya melalui metode Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) untuk mengatasi batu ginjal berukuran besar di atas 2 sentimeter.

Prosedur PCNL tergolong minimal invasif karena tidak memerlukan sayatan besar, melainkan hanya membuat lubang sekitar sebesar jempol orang dewasa sehingga meminimalkan risiko perdarahan dan memungkinkan pasien cepat kembali beraktivitas normal.

"Operasi ini menggunakan alat yang disebut nefroskop (teropong) yang dimasukkan melalui sayatan kecil sampai pada ginjal untuk mencapai batu dan menghancurkannya sehingga fragmen batu dapat dikeluarkan," tambah dr. Septiani.

Selama tindakan berlangsung, dokter anestesi juga akan melakukan pemantauan ketat untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pasien dari rasa nyeri, baik selama maupun setelah operasi berjalan.

"Kelebihan operasi PCNL nyeri pasca operasi lebih rendah, waktu rawat lebih cepat, jumlah perdarahan lebih sedikit, dan luka operasi lebih kecil," tutup dr. Septiani.


Tips Kesehatan Terkait

Chat Info

Layanan Online atau Tanya Informasi Lainnya. Operasional : 08:00 - 22:00