sariasih.id - Pemeriksaan kehamilan tidak hanya bertujuan memastikan pertumbuhan janin berlangsung sesuai usia kehamilan. Pada periode tertentu, pemeriksaan ultrasonografi dapat dilakukan secara lebih mendetail untuk melihat struktur tubuh dan perkembangan organ janin.
Salah satunya adalah anomaly scan, yang di kalangan masyarakat juga kerap disebut sebagai USG feto. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai anatomi janin secara sistematis sekaligus mendeteksi kemungkinan kelainan struktural sejak masa kehamilan.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sari Asih Ciputat, dr. Diana Apriliyana Nur, Sp.OG, menjelaskan bahwa anomaly scan berbeda dengan pemeriksaan USG kehamilan rutin.
“Anomaly Scan, atau yang sering kami sebut dengan USG Feto, adalah pemeriksaan ultrasonografi yang sangat detail dan sistematis yang dilakukan pada janin,” jelas dr. Diana.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut tidak hanya ditujukan untuk melihat gambaran umum janin, tetapi berfokus pada pemeriksaan anatomi dan struktur tubuhnya.
“Ini bukan sekadar USG biasa untuk melihat wajah bayi, melainkan pemeriksaan diagnostik mendalam yang fokus pada anatomi dan struktur tubuh janin,” lanjutnya.
Dilakukan pada Trimester Kedua
Salah satu hal yang perlu diketahui calon orang tua adalah waktu pemeriksaan anomaly scan.
Lebih lanjut, dr. Diana mengatakan pemeriksaan umumnya dilakukan pada usia kehamilan 18 hingga 22 minggu. Pada periode tersebut, struktur tubuh janin dinilai sudah cukup berkembang sehingga berbagai bagian tubuh dapat diperiksa secara lebih detail.
Pada pemeriksaan ini, dokter dapat mengevaluasi perkembangan sejumlah organ dan struktur penting, termasuk otak, tulang belakang, wajah, jantung, paru-paru, ginjal, saluran kemih, perut, dinding perut, hingga anggota gerak.
Selain itu, kondisi plasenta, cairan ketuban dan tali pusat juga dapat dinilai. Pengukuran biometrik janin dilakukan untuk membantu melihat kesesuaian ukuran janin dengan usia kehamilan.
Jantung dan Otak Menjadi Bagian Penting Pemeriksaan
Pemeriksaan anomaly scan mencakup penilaian terhadap struktur otak dan tulang belakang janin. Pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter menemukan tanda yang mengarah pada kelainan tertentu, seperti spina bifida atau pelebaran rongga otak.
Bagian wajah juga diperiksa, termasuk struktur bibir. Sementara pada jantung, dokter dapat melakukan penilaian terhadap struktur empat ruang jantung, katup dan aliran darah sesuai dengan kemampuan pemeriksaan ultrasonografi.
Organ lain seperti paru-paru, ginjal, saluran kemih, lambung dan dinding perut juga menjadi bagian dari evaluasi.
Pada anggota gerak, dokter dapat melihat perkembangan tulang tangan dan kaki, termasuk jumlah jari serta bentuk dan panjang tulang.
“Dengan pemeriksaan yang sistematis, kami dapat menilai berbagai struktur penting pada janin dan melihat apakah terdapat temuan yang memerlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut,” ujar dr. Diana.
Bukan Jaminan Semua Kelainan Dapat Ditemukan
Meski memiliki peran penting dalam mendeteksi kelainan struktural, anomaly scan bukan berarti dapat menjamin seluruh kelainan janin terdeteksi.
Hasil pemeriksaan ultrasonografi dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk usia kehamilan, posisi janin, kondisi ibu, kualitas gambar dan jenis kelainan yang diperiksa.
Karena itu, hasil anomaly scan tetap perlu diinterpretasikan oleh dokter dan tidak menggantikan pemeriksaan kehamilan secara menyeluruh.
Jika ditemukan adanya dugaan kelainan, dokter dapat menjelaskan kondisi tersebut kepada orang tua dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.
Deteksi Lebih Awal Membantu Persiapan Orang Tua
Menurut dr. Diana, salah satu manfaat penting anomaly scan adalah memberikan informasi lebih awal apabila ditemukan dugaan kelainan pada janin.
Informasi tersebut dapat membantu dokter dan orang tua mempersiapkan langkah selanjutnya, termasuk konseling, pemeriksaan tambahan, perencanaan persalinan, hingga persiapan penanganan bayi setelah lahir apabila diperlukan.
Pada kondisi tertentu, temuan selama pemeriksaan juga dapat menjadi pertimbangan untuk melibatkan dokter atau tim medis dari bidang lain sebelum persalinan.
“Jika terdeteksi adanya kelainan, kami dapat memberikan konseling kepada orang tua, merencanakan penanganan yang tepat setelah bayi lahir dan mempersiapkan tim medis yang sesuai saat persalinan,” kata dr. Diana.
Dengan demikian, anomaly scan bukan sekadar pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan bayi, tetapi menjadi salah satu bagian dari upaya mempersiapkan penanganan kehamilan berdasarkan kondisi janin.
Ibu Hamil Perlu Mendiskusikan Jadwal Pemeriksaan
Bagi ibu hamil yang memasuki trimester kedua, pemeriksaan anomaly scan dapat didiskusikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Waktu pemeriksaan perlu disesuaikan dengan usia kehamilan dan kondisi masing-masing ibu.
Pemeriksaan kehamilan secara rutin tetap diperlukan meskipun hasil anomaly scan menunjukkan perkembangan janin sesuai harapan. Setiap pemeriksaan memiliki tujuan berbeda dalam memantau kesehatan ibu dan janin.
RS Sari Asih Ciputat menyediakan layanan pemeriksaan kebidanan dan kandungan, termasuk pemeriksaan ultrasonografi untuk membantu pemantauan kehamilan.
Bagi calon orang tua, memahami jenis pemeriksaan yang tersedia dan kapan pemeriksaan tersebut diperlukan dapat membantu menjalani kehamilan dengan persiapan yang lebih baik.






