sariasih.id - Terapi platelet-rich plasma (PRP) menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam penanganan kerontokan rambut. Sejumlah penelitian menunjukkan potensi terapi ini dalam membantu meningkatkan kepadatan rambut, terutama pada kasus androgenetic alopecia atau kerontokan rambut berpola yang berkaitan dengan faktor genetik dan hormon.
PRP merupakan plasma darah dengan konsentrasi trombosit yang lebih tinggi. Trombosit mengandung berbagai faktor pertumbuhan yang berperan dalam proses perbaikan jaringan. Dalam perawatan rambut, PRP digunakan dengan harapan dapat mendukung aktivitas folikel dan pertumbuhan rambut.
Dokter Poli Aesthetic & Wellness RS Sari Asih Karawaci, dr. Isnada Putriani Said, Sp.DVE, mengatakan EPN PRP Rejuvenation dapat menjadi salah satu pilihan perawatan bagi masyarakat yang mengalami permasalahan rambut, khususnya kerontokan.
“Perawatan ini membantu merangsang regenerasi folikel rambut sehingga dapat mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat dan membantu mengurangi kerontokan,” ujar dr. Isnada.
American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa penelitian mengenai PRP menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk jenis kerontokan tertentu. Pada sebagian pasien, terapi ini dapat membantu mengurangi kerontokan dan mendukung penebalan rambut. Meski demikian, hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang.
AAD juga menekankan bahwa PRP bukan perawatan permanen. Pasien dapat memerlukan sesi berulang dan perawatan pemeliharaan untuk mempertahankan hasil yang diperoleh. Informasi tersebut tersedia pada panduan AAD mengenai penanganan kerontokan rambut.
Efektivitas PRP masih menjadi perhatian dalam penelitian dermatologi. Perbedaan metode pengolahan plasma, konsentrasi trombosit, teknik pemberian, jadwal tindakan, serta karakteristik pasien dapat memengaruhi hasil terapi.
Karena itu, potensi PRP dalam meningkatkan kepadatan rambut tidak berarti bahwa prosedur tersebut dapat mengatasi seluruh penyebab kerontokan. Hasil penelitian pada pasien dengan kerontokan rambut berpola, misalnya, tidak dapat langsung diterapkan pada kerontokan akibat kekurangan nutrisi, gangguan hormonal, atau penyakit kulit kepala.
Menurut dr. Isnada, konsultasi dan pemeriksaan diperlukan sebelum pasien memilih EPN PRP Rejuvenation. Dokter perlu menilai kondisi rambut dan kulit kepala untuk menentukan apakah pendekatan tersebut sesuai dengan kebutuhan pasien.
Penanganan kerontokan rambut juga dapat melibatkan pilihan lain sesuai penyebabnya, termasuk pengobatan medis dan perbaikan faktor yang memicu kerontokan.
Masyarakat perlu memahami bahwa hasil perawatan dapat berbeda pada setiap individu. Evaluasi dokter menjadi langkah penting untuk menetapkan target perawatan yang realistis, menilai perkembangannya, serta menentukan apakah diperlukan pendekatan tambahan.






