sariasih.id - Kopi selama ini dikenal sebagai minuman yang membantu mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan kewaspadaan. Namun, di balik manfaat tersebut, kandungan kafein pada kopi juga dapat memberikan efek sementara terhadap sistem kardiovaskular, terutama tekanan darah.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka pendek setelah seseorang mengonsumsi kopi. Berdasarkan kajian yang dirujuk Kemenkes, konsumsi sekitar 200-300 miligram kafein atau setara kurang lebih dua cangkir kopi dapat meningkatkan tekanan darah rata-rata sekitar 8 mmHg untuk sistolik dan 6 mmHg untuk diastolik. Efek tersebut dapat berlangsung hingga beberapa jam setelah konsumsi.
Namun, efek tersebut tidak selalu sama pada setiap orang. Orang yang jarang mengonsumsi kopi cenderung lebih merasakan kenaikan tekanan darah setelah minum kopi. Sementara itu, pada orang yang sudah terbiasa mengonsumsi kopi secara rutin, tubuh dapat mengalami toleransi terhadap efek kafein sehingga peningkatan tekanan darah tidak terlalu besar.
Bukan Berarti Kopi Langsung Merusak Jantung
Adanya efek sementara terhadap tekanan darah tidak berarti kopi secara otomatis menyebabkan penyakit jantung. Kemenkes menyebut konsumsi kopi dalam jumlah sedang pada sebagian besar orang tidak menunjukkan efek signifikan terhadap tekanan darah maupun kesehatan jantung.
Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan adanya kemungkinan manfaat dari konsumsi kopi. Pada orang sehat, konsumsi tiga hingga lima cangkir kopi per hari dalam penelitian tertentu dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Kopi juga mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang memiliki sifat antioksidan.
Meski demikian, hubungan antara kopi dan kesehatan jantung bersifat kompleks. Jenis kopi, jumlah yang dikonsumsi, kondisi kesehatan seseorang, hingga kebiasaan lain seperti merokok dan pola makan dapat memengaruhi dampaknya terhadap tubuh.
Karena itu, konsumsi kopi sebaiknya tidak dilepaskan dari pola hidup secara keseluruhan. Tekanan darah tinggi sendiri merupakan salah satu faktor risiko penting untuk penyakit jantung, stroke, serta gangguan pada organ lain. WHO menegaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi serius yang meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, dan ginjal.
Penderita Hipertensi Perlu Lebih Waspada
Bagi orang yang telah memiliki hipertensi, konsumsi kafein perlu mendapat perhatian lebih. WHO mencatat bahwa kafein dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu. Karena itu, konsumsi kopi sebaiknya diperhatikan, terutama apabila tekanan darah belum terkontrol.
Kemenkes juga menyarankan agar pasien dengan tekanan darah tinggi tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan dan tetap mengutamakan pengendalian tekanan darah melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik serta gaya hidup sehat.
Sementara itu, WHO menyarankan agar sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah, seseorang tidak mengonsumsi kopi, alkohol atau merokok setidaknya selama 30 menit. Pasalnya, kafein dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik sehingga memicu pelepasan adrenalin, meningkatkan denyut nadi dan menyebabkan tekanan darah meningkat sementara.
Dengan demikian, kopi tidak bisa begitu saja disebut sebagai penyebab penyakit jantung. Bagi sebagian orang, konsumsi dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola hidup tanpa memberikan dampak buruk yang berarti. Namun, pada orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki hipertensi, efek sementara terhadap tekanan darah tetap perlu diperhatikan.
Yang lebih penting, jangan hanya mengandalkan ada atau tidaknya gejala untuk mengetahui kondisi tekanan darah. Pemeriksaan secara rutin diperlukan untuk mengetahui angka tekanan darah secara pasti dan membantu mendeteksi hipertensi sejak dini.





