sariasih.id - Musim pancaroba sering kali ditandai dengan perubahan cuaca yang fluktuatif. Siang hari bisa terasa sangat terik, namun sore harinya turun hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ekstrem ini memaksa sistem kekebalan tubuh beradaptasi lebih keras, sehingga risiko penularan penyakit seperti influenza, ISPA, hingga demam berdarah meningkat tajam.
Untuk memastikan keluarga tetap sehat dan aktivitas tidak terganggu, berikut adalah 5 cara menjaga tubuh tetap prima di musim pancaroba berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):
1. Penuhi Asupan Gizi dengan Pedoman "Isi Piringku" Meningkatkan daya tahan tubuh bermula dari piring makan Anda. Kemenkes RI mengampanyekan pedoman "Isi Piringku" yang memastikan tubuh mendapat asupan karbohidrat, protein, serta porsi sayur dan buah yang seimbang. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO untuk mengonsumsi minimal 400 gram buah dan sayuran per hari guna memastikan kebutuhan antioksidan dan vitamin C alami terpenuhi untuk menangkal infeksi virus.
2. Jaga Hidrasi Tubuh Meski cuaca mendung atau hujan sering membuat kita tidak merasa haus, asupan cairan tetap krusial. WHO menegaskan pentingnya minum air putih minimal 8 gelas atau 2 liter per hari. Hidrasi yang optimal menjaga kelembapan membran mukosa di saluran pernapasan, yang berfungsi sebagai benteng pertama tubuh dalam menyaring debu, bakteri, dan virus.
3. Waspadai Suhu Dingin yang Menyempitkan Pembuluh Darah Perubahan suhu dari panas ke dingin secara drastis menyebabkan tubuh melakukan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) untuk mempertahankan suhu inti. Jika tidak diantisipasi dengan pakaian yang menghangatkan, kondisi ini dapat memicu lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba, yang berisiko pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.
4. Terapkan Pola Hidup CERDIK Sebagai langkah preventif, Kemenkes RI selalu menyarankan gaya hidup CERDIK. Di masa peralihan cuaca, fokuslah pada "Rajin Aktivitas Fisik" minimal 30 menit sehari untuk melancarkan sirkulasi darah dan "Istirahat Cukup" dengan durasi tidur 7-8 jam per malam. Kurang tidur secara medis terbukti menurunkan produksi sel imun yang bertugas melawan patogen penyakit.
5. Perketat PHBS dan Praktik 3M Plus Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) wajib ditingkatkan. Mulailah dari kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik untuk mencegah penularan kuman. Selain itu, genangan air sisa hujan adalah tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti. Pastikan Anda melakukan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, dan mencegah gigitan nyamuk) di lingkungan rumah untuk mencegah wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Jangan biarkan cuaca ekstrem menghentikan produktivitas Anda. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala demam tinggi yang tidak kunjung turun lebih dari tiga hari, batuk yang memburuk, atau kelelahan ekstrem, segera konsultasikan ke fasilitas layanan kesehatan RS Sari Asih terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.






