sariasih.id - Orang tua perlu mempersiapkan kesehatan anak menjelang musim hujan 2026/2027. Selain menyiapkan perlengkapan untuk menghadapi cuaca, keluarga juga perlu memperhatikan kebersihan, kecukupan gizi, istirahat, dan kebiasaan sehari-hari untuk membantu mengurangi risiko infeksi.
Dan saat musim penghujan, anak lebih rentan mengalami infeksi, dengan gejala yang sering ditemukan berupa batuk dan pilek.
Kondisi tersebut menjadi alasan bagi orang tua untuk membangun kebiasaan sehat sejak dini. Pencegahan bukan berarti anak harus selalu berada di dalam rumah, melainkan membantu mengurangi paparan kuman dan mengenali gejala penyakit dengan tepat.
Lima langkah orang tua untuk menjaga kesehatan anak
1. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun
Ajarkan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, dan sesudah bepergian.
Jika fasilitas cuci tangan tidak tersedia, pembersih tangan berbasis alkohol dapat digunakan sesuai petunjuk. Kebiasaan ini membantu mengurangi perpindahan kuman melalui tangan.
2. Ajarkan etika batuk dan bersin
Anak perlu dibiasakan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku ketika batuk dan bersin. Tisu yang digunakan harus segera dibuang, kemudian tangan dibersihkan.
Jika anak sedang batuk atau pilek, kurangi kontak dekat dengan orang lain. Penggunaan masker yang sesuai usia dan dapat digunakan dengan aman dapat membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan.
3. Penuhi kebutuhan gizi dan istirahat
Berikan makanan bergizi seimbang yang mencakup makanan pokok, protein, sayur, dan buah. Pastikan anak minum cukup dan tidur sesuai kebutuhan usianya.
Suplemen vitamin bukan keharusan bagi setiap anak. Jika orang tua ingin memberikan suplemen atau mencurigai kekurangan zat gizi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
4. Pastikan imunisasi sesuai jadwal
Periksa catatan imunisasi rutin anak dan konsultasikan dengan dokter atau Puskesmas apabila ada jadwal yang belum lengkap.
Vaksin influenza dapat dipertimbangkan sesuai usia, kondisi kesehatan, dan rekomendasi yang berlaku. Vaksinasi tidak menjamin seseorang terbebas dari semua infeksi pernapasan, tetapi dapat membantu menurunkan risiko penyakit berat dan komplikasi akibat influenza.
5. Jaga lingkungan rumah dan hindari asap rokok
Pastikan sirkulasi udara di rumah berjalan baik, bersihkan benda yang sering disentuh, dan hindarkan anak dari paparan asap rokok.
Setelah kehujanan, anak sebaiknya mengganti pakaian basah dan mengeringkan tubuh agar nyaman. Namun, orang tua perlu memahami bahwa infeksi batuk pilek umumnya disebabkan oleh virus, bukan semata-mata karena tubuh terkena air hujan.
Kementerian Kesehatan RI menganjurkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, kebiasaan mencuci tangan, etika batuk, penggunaan masker saat sakit, menghindari asap rokok, dan melengkapi imunisasi untuk membantu mencegah infeksi saluran pernapasan akut.
Kenali gejala yang tidak boleh diabaikan
Orang tua perlu memperhatikan perubahan kondisi anak ketika mengalami batuk, pilek, atau demam. Jika anak masih aktif, mampu minum, dan bernapas normal, kondisinya dapat dipantau sesuai gejala.
Sebaliknya, segera cari pertolongan medis apabila anak mengalami sesak napas, napas cepat, dada tertarik saat bernapas, bibir kebiruan, kejang, sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak mampu minum.
Demam yang menetap lebih dari tiga hari dan kondisi yang memburuk setelah sempat membaik juga perlu diperiksa. Bayi berusia kurang dari tiga bulan yang mengalami demam 38 derajat Celsius atau lebih harus segera mendapatkan penilaian medis.
Orang tua juga sebaiknya tidak memberikan antibiotik atau obat batuk pilek secara sembarangan. Pemilihan obat perlu mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, dan penyebab penyakit.
Dengan persiapan yang tepat, keluarga dapat membantu anak tetap nyaman menjalani aktivitas sehari-hari selama perubahan musim. Kebersihan, gizi seimbang, imunisasi sesuai rekomendasi, dan perhatian terhadap gejala penyakit merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan anak.






