Batuk Kering atau Berdahak? Kenali Penyebab dan Gejala Penyertanya

Batuk Kering atau Berdahak? Kenali Penyebab dan Gejala Penyertanya

sariasih.id - Batuk dapat muncul dalam berbagai bentuk. Ada yang terasa kering tanpa lendir, ada pula yang disertai dahak. Namun, membedakan batuk hanya berdasarkan ada atau tidaknya dahak belum cukup untuk menentukan penyebabnya.

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk membantu membersihkan saluran pernapasan. Penyebabnya dapat beragam, mulai dari infeksi, iritasi, alergi hingga penyakit tertentu.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa batuk termasuk salah satu gejala pada sejumlah gangguan pernapasan. Pada asma, misalnya, penderita dapat mengalami batuk, sesak napas dan mengi. Gejala dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti debu, asap rokok, polusi, alergen, infeksi saluran napas maupun perubahan kondisi lingkungan.

Sementara itu, batuk berdahak dapat ditemukan pada sejumlah kondisi yang memengaruhi saluran pernapasan. Pada PPOK, Kemenkes menyebut gejala dapat berupa batuk kronis dengan produksi dahak, sesak napas, mengi dan kelelahan.

Batuk juga dapat muncul pada bronkitis. Kemenkes mencatat batuk merupakan gejala paling umum bronkitis dan dapat berupa batuk kering maupun berdahak. Keluhan lain yang dapat menyertai antara lain demam, menggigil, lemas, sesak napas dan nyeri dada ketika batuk.

Pada pneumonia, batuk dapat muncul bersama demam atau menggigil, sesak napas, kelelahan dan nyeri dada ketika bernapas atau batuk. WHO juga memasukkan batuk, sesak napas dan demam sebagai gejala pneumonia.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan warna atau jumlah dahak sebagai satu-satunya dasar untuk menyimpulkan jenis penyakit. Lama batuk, intensitasnya, kondisi tubuh, paparan lingkungan dan gejala lain perlu menjadi pertimbangan.

Jika batuk disertai kesulitan bernapas, nyeri dada, demam tinggi, kondisi tubuh memburuk, atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan.

Dengan demikian, mengenali pola batuk bukan untuk melakukan diagnosis sendiri, melainkan sebagai langkah awal agar seseorang lebih peka terhadap kondisi tubuh dan mengetahui kapan perlu mencari pertolongan medis.


Tips Kesehatan Terkait