Waspada Trombosit DBD, Ini Fase Kritis & Penyakit Penyertanya

Waspada Trombosit DBD, Ini Fase Kritis & Penyakit Penyertanya

sariasih.id - Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah anomali cuaca tropis masih menjadi pekerjaan rumah di sektor kesehatan masyarakat. Kasus infeksi akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini kerap menelan korban jiwa akibat keterlambatan penanganan medis, terutama saat pasien mengalami sindrom pelana kuda, sebuah fase di mana demam pasien turun, namun justru menjadi titik paling mematikan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia secara konsisten merilis peringatan dini terkait tren lonjakan kasus dengue, terutama saat memasuki musim pancaroba. Fasilitas layanan kesehatan dituntut siaga penuh karena angka morbiditas sering kali melonjak seiring maraknya genangan air bersih yang menjadi sarang nyamuk. Di tingkat global, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) juga telah mengeluarkan panduan klinis terbaru terkait manajemen arbovirus. WHO menekankan bahwa pemantauan cairan dan observasi ketat selama masa kritis adalah protokol wajib yang tidak boleh dilewatkan oleh praktisi medis.

Menanggapi fenomena klinis yang sering mengecoh masyarakat ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dr. Laras Budiyani, SpPD, memaparkan bahwa penderita DBD yang demamnya sudah mereda masih sangat rentan mengalami penurunan trombosit yang masif. Penurunan sel darah pembeku ini dipicu oleh melemahnya sistem imunitas penderita saat virus bereplikasi di dalam darah.

Lebih lanjut, dr. Laras menyoroti bahaya tambahan bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit penyerta. “Selain faktor imunitas, penyebab penderita mengalami fase berat adalah karena adanya komorbid yang menyertainya. Semisal sudah lansia atau ada gangguan jantung sehingga menyebabkan menjadi memberat kondisinya,” ujar dr. Laras Budiyani, SpPD.

Secara medis, perjalanan penyakit DBD terbagi dalam beberapa fase krusial. Fase akut awal ditandai dengan demam tinggi yang berlangsung hingga hari ketujuh. Setelah itu, penderita akan masuk ke fase kritis di mana suhu tubuh mereda, namun terjadi kebocoran plasma. Jika masa kritis ini tertangani dengan baik, pasien baru akan memasuki fase pemulihan. Edukasi publik terkait fase-fase ini diharapkan dapat memutus rantai fatalitas akibat ketidaktahuan masyarakat akan bahaya fase turunnya demam pada pasien DBD. 


Tips Kesehatan Terkait