sariasih.id - Flu tidak hanya menyebabkan hidung tersumbat, bersin atau demam. Keluhan lain yang cukup sering muncul adalah tenggorokan terasa kering, nyeri, gatal atau tidak nyaman.
Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) RS Sari Asih Bintaro, Kota Tangerang Selatan, dr. Yurnita Arifin, Sp.THT-KL, menjelaskan bahwa keluhan tersebut dapat terjadi karena infeksi virus influenza memicu respons peradangan pada saluran pernapasan.
“Ketika virus menginfeksi tenggorokan, tubuh akan memberikan respons imun berupa peradangan,” jelasnya.
Peradangan tersebut dapat menyebabkan jaringan tenggorokan mengalami pembengkakan dan kemerahan sehingga muncul rasa sakit atau iritasi.
Selain peradangan, terdapat beberapa faktor lain yang membuat tenggorokan semakin tidak nyaman saat flu.
1. Infeksi virus dan peradangan
Virus influenza yang menyerang sistem pernapasan dapat memicu peradangan pada tenggorokan. Kondisi ini membuat tenggorokan terasa sakit atau teriritasi.
2. Iritasi dan kerusakan sel
Infeksi virus juga dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel di tenggorokan. Akibatnya, tenggorokan menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit.
3. Produksi lendir meningkat
Saat melawan infeksi, tubuh dapat menghasilkan lebih banyak lendir. Lendir yang mengalir ke bagian belakang tenggorokan atau postnasal drip dapat menyebabkan iritasi dan memicu batuk.
4. Batuk berulang
Batuk merupakan mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, batuk yang terjadi berulang kali dapat membuat tenggorokan semakin sakit akibat tegangan pada otot-otot di area tersebut.
5. Dehidrasi
Demam yang menyertai flu dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Kekurangan cairan membuat tenggorokan menjadi lebih kering sehingga rasa iritasi semakin terasa.
Karena itu, rasa sakit pada tenggorokan saat flu dapat muncul akibat kombinasi beberapa faktor, bukan hanya karena infeksi virus secara langsung.




