sariasih.id - Keluhan nyeri pinggang sering kali dianggap sebagai akibat dari kelelahan bekerja, salah posisi duduk, atau sekadar salah urat. Padahal, rasa sakit di area tersebut bisa jadi merupakan "alarm" dari tubuh terkait adanya masalah serius, salah satunya adalah penyakit batu ginjal.
Masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara nyeri otot biasa dengan nyeri akibat batu ginjal (kolik ginjal). Ketidaktahuan ini sering kali membuat penderita terlambat mencari pertolongan medis hingga ukuran batu makin membesar.
Terkait hal ini, Dokter Spesialis Urologi RS Sari Asih Ciputat, dr. Bagus Baskoro, SpU, membagikan cara mengenali karakteristik nyeri yang menjadi ciri khas penyakit batu ginjal.
Kenali Lokasi dan Karakteristik Nyerinya
Menurut dr. Bagus, rasa sakit akibat batu ginjal tidak hanya berdiam di satu titik, melainkan memiliki pola penyebaran yang spesifik seiring dengan pergerakan batu di dalam saluran kemih.
Berikut adalah pola nyeri yang patut diwaspadai:
- Berpusat di Bawah Tulang Rusuk: Nyeri biasanya bermula di area pinggang atau punggung bagian bawah, di salah satu sisi (kanan atau kiri), letaknya sedikit di bawah tulang rusuk.
- Menjalar ke Perut dan Lipatan Paha: Berbeda dengan nyeri otot yang terlokalisasi, nyeri batu ginjal kerap menjalar ke area perut bagian bawah, hingga menembus ke selangkangan atau area kemaluan. Hal ini terjadi ketika batu mulai turun menuju saluran kemih (ureter).
- Sakit yang Datang Bergelombang: Nyerinya digambarkan sangat hebat, namun sifatnya hilang-timbul atau datang bergelombang dengan intensitas yang berubah-ubah.
Selain rasa nyeri yang tak tertahankan, pasien batu ginjal biasanya juga akan mengalami keluhan penyerta seperti mual, muntah, serta rasa sakit atau perih saat buang air kecil.
Jangan Ditunda, Segera Lakukan Pemeriksaan
Jika Anda atau keluarga mengalami gejala dengan karakteristik di atas, sangat disarankan untuk tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Penanganan sedini mungkin dapat mencegah komplikasi ginjal yang lebih parah.
Terlebih saat ini, penanganan batu ginjal tidak selalu harus berujung pada meja operasi bedah.
Bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya, RS Sari Asih Ciputat kini telah dilengkapi dengan teknologi Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Teknologi ini memanfaatkan gelombang kejut untuk menghancurkan batu ginjal menjadi serpihan kecil dari luar tubuh, tanpa sayatan (non-invasif).
Kabar baiknya, prosedur mutakhir yang minim rasa sakit ini sudah bisa diakses menggunakan layanan BPJS Kesehatan di RS Sari Asih Ciputat, menjadikannya rumah sakit pertama di Tangerang Selatan yang membuka layanan ESWL untuk pasien BPJS.



