sariasih.id - Memasuki trimester kedua dan ketiga, tidak sedikit ibu hamil yang mulai mengeluhkan berbagai ketidaknyamanan. Mulai dari nyeri punggung yang mengganggu aktivitas, siklus tidur yang berantakan, hingga rasa cemas dan mood swing yang memuncak menjelang hari persalinan.
Alih-alih bergantung pada obat-obatan atau terapi yang mahal, ada satu solusi alami yang sangat direkomendasikan oleh dr. Dyah Paramita Wardhani, Sp.OG, Dokter Spesialis Kandungan di RS Sari Asih Cipondoh, menyarankan aktivitas fisik yang sangat sederhana dan murah: rutin berjalan kaki di pagi hari.
'Terapi' Alami Pengusir Stres dan Cemas
Banyak yang mengira olahraga saat hamil hanya berfokus pada kekuatan fisik. Padahal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tetap aktif bergerak memiliki dampak luar biasa bagi kesehatan mental ibu yang sedang mengandung.
"Bahkan, jalan kaki juga bisa jadi cara alami untuk mengurangi stres dan rasa cemas menjelang persalinan," ungkap dr. Dyah Paramita.
Aktivitas low impact (minim benturan) seperti jalan santai di pagi hari membantu tubuh memproduksi hormon endorfin yang memicu perasaan bahagia dan tenang. Selain itu, paparan sinar matahari pagi dan udara segar terbukti efektif meningkatkan energi sekaligus memperbaiki kualitas tidur ibu hamil yang kerap terganggu.
Mengatasi Nyeri Punggung Tanpa Obat
Selain meredakan stres, jalan kaki adalah 'terapi' fisik yang ampuh untuk keluhan nyeri punggung. Seiring membesarnya janin, beban pada tulang belakang ibu akan bertambah.
Dengan berjalan kaki, sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan otot-otot di sekitar panggul serta punggung menjadi lebih rileks dan kuat. Pada trimester ketiga, gravitasi dan gerakan panggul saat berjalan juga sangat membantu posisi kepala bayi agar segera turun dan masuk ke rongga panggul (engaged), yang merupakan sinyal baik untuk kelancaran persalinan normal.
Kapan Harus Memulai dan Bagaimana Aturan Amannya?
Waktu terbaik untuk memulai rutinitas ini adalah saat memasuki trimester kedua, ketika tubuh ibu sudah beradaptasi dan keluhan mual muntah (morning sickness) mulai menghilang.
Meski jalan kaki sangat dianjurkan, dr. Dyah Paramita menekankan bahwa ibu hamil tetap harus memperhatikan batasan tubuh. Berikut adalah aturan amannya:
- Konsultasi Medis: Wajib meminta izin dokter sebelum memulai, terutama bagi ibu dengan riwayat keguguran atau komplikasi kehamilan.
- Waktu dan Durasi yang Pas: Lakukan sebelum pukul 09.00 pagi dengan durasi maksimal 30 menit saja agar tubuh tidak kelelahan.
- Faktor Keselamatan: Gunakan sepatu bersol empuk dan anti-licin, pilih rute yang datar, dan pastikan selalu membawa air minum.
- Jangan Sendirian: Memasuki perut yang semakin membesar di trimester akhir, pastikan ada suami atau keluarga yang mendampingi saat jalan pagi.
"Jalan kaki itu olahraga murah, tapi manfaatnya mahal," pungkas dr. Dyah Paramita yang membuka poli di RS Sari Asih Cipondoh .
Jika di tengah jalan pagi ibu merasakan keluhan seperti pusing hebat, nyeri perut, atau munculnya kontraksi, segera hentikan aktivitas dan beristirahatlah. Konsultasikan ke dokter jika gejala tidak kunjung mereda.






