Ingin Berjemur? Dokter Bagikan Cara Melindungi Kulit dari Sinar UV

Ingin Berjemur? Dokter Bagikan Cara Melindungi Kulit dari Sinar UV

sariasih.id - Berjemur di bawah sinar matahari masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari paparan sinar matahari. Salah satu alasannya adalah peran sinar ultraviolet B (UV-B) dalam membantu tubuh memproduksi vitamin D.

Namun, berjemur tanpa memperhatikan intensitas sinar ultraviolet dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui cara melindungi tubuh ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Dokter Spesialis Departemen Medik Dermatologi dan Venereologi RS Sari Asih Serang, Kota Serang, dr. Kharisma Yuliasis Widiasri, M.Sc, SpDV, mengatakan sinar matahari memang memiliki manfaat, tetapi paparan langsung yang terlalu sering tanpa perlindungan dapat memberikan efek negatif.

“Paparan sinar matahari berulang pada kulit tanpa adanya perlindungan akan menimbulkan berbagai macam efek buruk bagi kulit,” ujar dr. Kharisma Yuliasis Widiasri, M.Sc, SpDV.

Ia menyarankan masyarakat melindungi kulit ketika berada di bawah paparan sinar matahari secara langsung. Perlindungan dapat dilakukan dengan mengenakan pakaian yang menutup kulit, menggunakan topi, membawa payung, serta memakai krim pelindung kulit atau tabir surya bila diperlukan.

Rekomendasi tersebut sejalan dengan panduan WHO. Organisasi kesehatan dunia tersebut menyarankan masyarakat membatasi waktu berada di bawah sinar matahari ketika radiasi UV sedang tinggi, mencari tempat teduh, serta menggunakan pakaian pelindung dan topi bertepi lebar.

WHO menggunakan indeks ultraviolet atau UV Index untuk menunjukkan tingkat radiasi UV di suatu wilayah. Semakin tinggi nilainya, semakin besar potensi kerusakan terhadap kulit dan mata. Perlindungan dari sinar matahari direkomendasikan ketika UV Index mencapai 3 atau lebih.

Untuk bagian kulit yang tidak dapat ditutup pakaian, WHO merekomendasikan tabir surya berspektrum luas yang melindungi dari UVA dan UVB. WHO juga menyarankan penggunaan SPF 30 atau lebih dan mengoleskannya kembali secara berkala, khususnya setelah berkeringat, berenang, atau melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.

Yang perlu dipahami, penggunaan tabir surya bukan berarti seseorang dapat berada di bawah matahari tanpa batas. WHO menekankan bahwa perlindungan terbaik tetap dilakukan dengan mengurangi paparan langsung, mencari tempat teduh, dan menggunakan pakaian yang melindungi kulit.

Paparan sinar matahari dalam jumlah tertentu memang berperan dalam pembentukan vitamin D. Namun, WHO menyatakan bahwa paparan UV yang berlebihan justru dapat menyebabkan dampak kesehatan seperti kanker kulit, penuaan dini, kerusakan mata, dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, masyarakat tidak perlu memilih antara mendapatkan manfaat matahari atau melindungi kulit. Keduanya dapat dilakukan secara seimbang dengan memperhatikan kondisi tubuh, durasi aktivitas di luar ruangan, tingkat UV, serta penggunaan perlindungan yang sesuai.

Jika muncul bercak, luka, perubahan warna, atau kelainan kulit yang menetap setelah sering terpapar matahari, pemeriksaan oleh dokter kulit dan kelamin dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.


Tips Kesehatan Terkait

Chat Info

Layanan Online atau Tanya Informasi Lainnya. Operasional : 08:00 - 22:00