Terlalu Sering Terpapar Matahari Bisa Picu Penuaan hingga Kanker Kulit

Terlalu Sering Terpapar Matahari Bisa Picu Penuaan hingga Kanker Kulit

sariasih.id - Sinar matahari memiliki manfaat bagi tubuh, tetapi paparan yang terlalu sering dan berlangsung dalam jangka panjang juga dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan kulit.

Kulit yang berulang kali terpapar sinar ultraviolet tanpa perlindungan dapat mengalami perubahan, mulai dari warna kulit menjadi lebih gelap, tekstur kulit menjadi kasar, munculnya bercak hitam, hingga tanda-tanda penuaan dini.

Dokter Spesialis Departemen Medik Dermatologi dan Venereologi RS Sari Asih Serang, Kota Serang, dr. Kharisma Yuliasis Widiasri, M.Sc, SpDV, mengatakan paparan sinar matahari perlu disikapi secara seimbang.

“Paparan sinar matahari berulang pada kulit tanpa adanya perlindungan akan menimbulkan berbagai macam efek buruk bagi kulit,” ujar dr. Kharisma Yuliasis Widiasri, M.Sc, SpDV.

Menurutnya, paparan sinar matahari secara langsung tanpa perlindungan dapat menyebabkan sejumlah perubahan pada kulit. Dalam jangka panjang, risiko yang lebih serius juga perlu diperhatikan, termasuk kanker kulit.

Penjelasan tersebut sejalan dengan informasi WHO. Radiasi ultraviolet merupakan penyebab utama kanker kulit dan paparan berlebihan dapat menimbulkan kerusakan DNA, kulit terbakar, penuaan dini, serta gangguan pada sistem imun.

WHO mencatat bahwa pada 2020 terdapat lebih dari 1,5 juta kasus kanker kulit yang didiagnosis di seluruh dunia dan lebih dari 120 ribu kematian terkait kanker kulit. Data tersebut mencakup berbagai jenis kanker kulit dan menunjukkan bahwa paparan UV merupakan persoalan kesehatan yang perlu diperhatikan.

Risiko tidak hanya berkaitan dengan satu kali paparan sinar matahari. Paparan UV yang berlangsung berulang dan terakumulasi sepanjang hidup menjadi salah satu faktor penting dalam terjadinya kerusakan kulit.

WHO juga menjelaskan bahwa kulit yang lebih gelap tetap dapat mengalami kerusakan akibat UV. Meskipun risiko kanker kulit pada kulit yang lebih gelap secara umum lebih rendah dibandingkan kulit yang lebih terang, perlindungan terhadap UV tetap diperlukan karena kerusakan DNA, penuaan kulit, dan gangguan mata dapat terjadi pada semua warna kulit.

Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat dianjurkan membatasi paparan langsung ketika intensitas UV tinggi. Perlindungan dapat dilakukan dengan mencari tempat teduh, menggunakan pakaian yang menutupi kulit, mengenakan topi bertepi lebar, serta menggunakan tabir surya pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian.

WHO merekomendasikan langkah perlindungan ketika indeks UV mencapai 3 atau lebih. Tabir surya berspektrum luas juga dapat digunakan pada bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian, tetapi penggunaannya sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk memperpanjang waktu berada di bawah sinar matahari.

Dr. Kharisma juga mengingatkan pentingnya memperhatikan perubahan pada kulit. Jika muncul kelainan kulit yang menetap atau perubahan yang tidak biasa, masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Dengan demikian, menjaga kesehatan kulit bukan berarti menghindari matahari sepenuhnya, tetapi mengatur paparan dan menggunakan perlindungan yang sesuai.


Tips Kesehatan Terkait

Chat Info

Layanan Online atau Tanya Informasi Lainnya. Operasional : 08:00 - 22:00