Pengobatan Saraf Kejepit, Apakah Selalu Harus Operasi?

Pengobatan Saraf Kejepit, Apakah Selalu Harus Operasi?

sariasih.id -  Saraf kejepit sering kali menimbulkan kekhawatiran karena penderitanya membayangkan harus menjalani tindakan operasi. Padahal, pengobatan saraf kejepit tidak selalu membutuhkan pembedahan. Penanganannya bergantung pada lokasi saraf yang tertekan, penyebab, serta tingkat keparahan gejala.

Saraf kejepit merupakan kondisi ketika saraf mengalami tekanan dari jaringan di sekitarnya. Pada tulang belakang, kondisi ini salah satunya dapat terjadi akibat bantalan antarruas tulang belakang yang melemah atau menonjol sehingga menekan saraf.

Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Sari Asih Serang, dr Mochamad Sri Arya Heriawan, SpBS, FICS, menjelaskan bahwa penderita dapat mengalami nyeri yang menjalar, kesemutan, kebas, hingga gangguan fungsi gerak.

Menurutnya, pilihan pengobatan perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.

“Pengobatan untuk saraf kejepit tergantung pada lokasi dan penyebabnya, dan bisa termasuk istirahat, fisioterapi, obat-obatan seperti anti-inflamasi atau obat penghilang rasa sakit, dan dalam beberapa kasus, pembedahan atau operasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, tindakan operasi umumnya dipertimbangkan apabila penanganan tanpa operasi tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Apa saja pilihan pengobatan saraf kejepit?

Secara umum, terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan sesuai kondisi pasien.

Pertama, penyesuaian aktivitas dan istirahat. Pasien perlu mengurangi aktivitas yang memperberat tekanan pada saraf. Namun, istirahat total dalam waktu lama bukan pilihan yang dianjurkan untuk semua penderita.

Kedua, pemberian obat-obatan. Dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mengendalikan nyeri maupun peradangan sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan pasien.

Ketiga, fisioterapi dan rehabilitasi. Terapi ini bertujuan membantu memperbaiki kekuatan otot, fleksibilitas, kemampuan bergerak, serta mendukung pemulihan fungsi tubuh.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa penanganan saraf terjepit perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis serta pilihan terapi.

WHO juga merekomendasikan pendekatan penanganan nyeri punggung bawah yang mencakup aktivitas fisik, latihan penguatan otot, rehabilitasi, dan penyesuaian aktivitas sehari-hari.

Kapan operasi diperlukan?

Operasi dapat dipertimbangkan ketika pengobatan konservatif tidak berhasil mengatasi keluhan atau ketika ditemukan gangguan fungsi saraf yang membutuhkan tindakan lebih lanjut.

Dalam kondisi tertentu, seperti kelemahan anggota gerak yang semakin berat atau gangguan kontrol buang air kecil dan besar akibat tekanan saraf, evaluasi dan penanganan segera sangat diperlukan.

Cara mencegah saraf kejepit

Selain pengobatan, menjaga kesehatan tulang belakang juga penting untuk mengurangi risiko gangguan saraf.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menjaga postur tubuh saat duduk dan berdiri, memperhatikan posisi tubuh ketika mengangkat barang, menghindari aktivitas berulang yang membebani bagian tubuh tertentu, serta rutin melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan otot.

Menjaga berat badan ideal dan tidak merokok juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tulang belakang.

Dengan mengenali gejala, melakukan pemeriksaan, dan menjalani terapi sesuai anjuran dokter, penderita saraf kejepit dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat tanpa harus selalu berujung pada operasi.


Tips Kesehatan Terkait