sariasih.id - Saraf kejepit tidak hanya menyebabkan nyeri pada punggung, pinggang, atau leher. Jika tekanan mengenai saraf tertentu di tulang belakang, penderitanya juga berisiko mengalami gangguan fungsi anggota gerak hingga masalah dalam mengendalikan buang air kecil dan besar.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena gangguan saraf yang semakin berat dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh, bahkan kerusakan saraf permanen apabila tidak ditangani dengan tepat.
Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Sari Asih Serang, dr Mochamad Sri Arya Heriawan, Sp.BS, FICS, menjelaskan bahwa saraf yang berjalan melalui tulang belakang memiliki peran penting dalam mengatur fungsi sensorik dan gerakan tangan maupun kaki.
Tekanan pada saraf tersebut dapat memunculkan keluhan nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain, disertai kebas dan penurunan kemampuan bergerak.
Selain gangguan pada anggota gerak, tekanan pada saraf tertentu juga dapat memengaruhi fungsi kandung kemih dan usus.
“Risikonya, nyeri pada saraf bisa melebar kepada keluhan lain, seperti nyeri saat buat air kecil atau buang air besar akibat adanya tekanan pada saraf,” jelas dr Mochamad Sri Arya Heriawan.
Kenali tanda yang tidak boleh diabaikan
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa saraf kejepit yang tidak mendapatkan penanganan memadai dapat menimbulkan komplikasi, seperti gangguan kontrol urine dan tinja, hilangnya sensasi pada area sekitar anus dan paha bagian dalam, hingga kerusakan saraf permanen.
Salah satu kondisi serius yang perlu diwaspadai adalah sindrom cauda equina, yaitu tekanan pada kumpulan saraf di bagian bawah tulang belakang. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis.
WHO dalam penjelasannya mengenai nyeri punggung bawah juga menyebutkan bahwa gangguan saraf dapat menyebabkan nyeri menjalar ke kaki, mati rasa, kesemutan, serta kelemahan otot.
Masyarakat perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami nyeri punggung yang disertai kesulitan atau kehilangan kemampuan mengendalikan buang air kecil dan besar, mati rasa di area selangkangan atau sekitar anus, maupun kelemahan kaki yang semakin berat.
Jangan menunda pemeriksaan
Tidak semua nyeri punggung merupakan saraf kejepit. Keluhan tersebut dapat disebabkan oleh gangguan otot, sendi, maupun kondisi medis lainnya.
Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan tingkat keparahan gangguan.
Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah gangguan fungsi saraf berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Apabila muncul tanda bahaya, pasien sebaiknya langsung menuju instalasi gawat darurat tanpa menunggu keluhan membaik sendiri.






