sariasih.id - Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Salah satunya dengan mempertimbangkan untuk berhenti merokok, terutama bagi masyarakat yang masih aktif mengonsumsi rokok.
Dokter Spesialis Jantung RS Sari Asih Bintaro, dr. Nanda Ladita, Sp.JP, mengatakan merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner.
Karena itu, masyarakat yang masih merokok disarankan mulai mempertimbangkan dan memiliki niat untuk menghentikan kebiasaan tersebut demi menjaga kesehatan jantung di masa depan.
Informasi tersebut sejalan dengan WHO yang menyebut penggunaan tembakau sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. WHO juga menyatakan penghentian penggunaan tembakau dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Kementerian Kesehatan RI turut menempatkan berhenti merokok sebagai salah satu langkah penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung. Masyarakat juga dianjurkan menghindari paparan asap rokok dari lingkungan sekitar.
Upaya menjaga jantung tentunya tidak hanya dilakukan dengan berhenti merokok. Menurut dr. Nanda, terdapat tiga kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni aktif bergerak dan rutin berolahraga, memperhatikan makanan yang dikonsumsi, serta mempertimbangkan berhenti merokok.
Untuk aktivitas fisik, masyarakat dapat meluangkan waktu berolahraga sekitar 3 hingga 5 kali dalam seminggu. Dari sisi makanan, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta mengurangi makanan atau minuman yang tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.
WHO juga mengidentifikasi kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tidak sehat sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, pencegahan dapat dilakukan dengan menggabungkan beberapa kebiasaan sehat sekaligus.
Ketiga kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara bertahap. Menjaga kesehatan jantung tidak perlu menunggu sampai muncul keluhan, tetapi dapat dimulai dari perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari.






