5 Cara Jaga Tubuh Prima & Cegah Stroke Saat Pancaroba

5 Cara Jaga Tubuh Prima & Cegah Stroke Saat Pancaroba

sariasih.id - Saat berbicara tentang penyakit pancaroba, mayoritas masyarakat hanya terpaku pada flu, demam berdarah, atau tifus. Padahal, ada ancaman kesehatan yang jauh lebih fatal dan sering terjadi tanpa disadari akibat fluktuasi cuaca ekstrem: gangguan kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Menurut penelitian medis, perubahan cuaca yang drastis berdampak langsung pada hemodinamika (aliran darah) tubuh. Berikut adalah 5 cara menjaga kebugaran tubuh sekaligus menekan risiko kardiovaskular di musim peralihan, selaras dengan rekomendasi WHO dan Kemenkes RI:

1. Kenali Bahaya Efek Vasokonstriksi Cuaca Dingin Suhu yang mendadak anjlok di malam hari usai hujan deras memicu respons otomatis tubuh berupa vasokonstriksi, yaitu penyempitan pembuluh darah untuk menahan panas. Akibatnya, tekanan darah akan melonjak tajam (hipertensi reaktif). Bagi individu dengan riwayat hipertensi atau plak kolesterol, tekanan yang tinggi ini berpotensi memecahkan pembuluh darah (stroke hemoragik). Selalu gunakan pakaian hangat berlapis untuk mencegah syok suhu.

2. Jaga Hidrasi untuk Mencegah Pengentalan Darah Suhu dingin menekan rasa haus. Ironisnya, kurang minum menyebabkan dehidrasi yang berujung pada meningkatnya viskositas (kekentalan) darah. Darah yang kental memaksa jantung memompa ekstra keras dan memperbesar risiko terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyumbat aliran ke otak (stroke iskemik). Penuhi panduan WHO untuk tetap minum air putih secara teratur meski tidak merasa haus.

3. Konsumsi Gizi Seimbang Penguat Pembuluh Darah Terapkan panduan gizi "Isi Piringku" dari Kemenkes RI dengan memperbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan dan kalium, seperti pisang, bayam, dan tomat. Sayur dan buah segar yang direkomendasikan WHO (minimal 400 gram sehari) berperan penting menjaga elastisitas pembuluh darah dan menstabilkan profil kolesterol di saat tubuh rentan mengalami peradangan akibat perubahan cuaca.

4. Manajemen Stres dan Kualitas Tidur (CERDIK) Bagian dari pilar CERDIK Kemenkes RI adalah mengelola stres dan mendapatkan istirahat yang cukup. Kurang tidur parah di musim pancaroba meningkatkan kadar hormon kortisol (hormon stres), yang secara langsung memicu detak jantung tidak beraturan dan inflamasi vaskular. Tidur 7-8 jam yang berkualitas adalah fase di mana tubuh memperbaiki kerusakan sel, termasuk sel endotel pada pembuluh darah.

5. PHBS untuk Hindari Infeksi Sekunder Jangan remehkan infeksi saluran napas biasa. Infeksi virus atau bakteri parah dapat memicu respons peradangan sistemik (seluruh tubuh), yang pada gilirannya dapat membuat plak kolesterol di pembuluh darah menjadi tidak stabil dan pecah. Rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker di area padat, serta menjalankan praktik 3M Plus untuk menghindari gigitan nyamuk penyebab demam tinggi adalah langkah proteksi ganda.

Kesehatan pembuluh darah tidak boleh disepelekan, terlebih ketika cuaca sedang tidak menentu. Pantau tekanan darah Anda secara berkala dan segera kunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Sari Asih jika Anda merasakan gejala kebas separuh badan, bicara pelo, atau nyeri dada mendadak, agar penanganan pemicu stroke dapat diberikan pada golden period yang krusial.


Tips Kesehatan Terkait