sariasih.id - Risiko stroke dapat ditekan sejak usia muda dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengendalikan faktor risiko. Kebiasaan seperti merokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi garam, serta tekanan darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah, termasuk stroke.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat akibat penyumbatan atau perdarahan. Kondisi ini membutuhkan penanganan segera karena dapat menyebabkan kerusakan otak, kecacatan, hingga kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa sebagian besar beban stroke berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Tekanan darah tinggi menjadi salah satu faktor risiko utama, disusul kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, diabetes, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI mengajak masyarakat menerapkan perilaku CERDIK untuk membantu mencegah penyakit tidak menular, termasuk stroke.
6 langkah mencegah stroke sejak usia muda
1. Periksa tekanan darah secara berkala
Hipertensi sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat merusak pembuluh darah jika tidak dikendalikan. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin membantu mendeteksi masalah lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
2. Berhenti merokok
Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Menghentikan kebiasaan merokok serta menghindari paparan asap rokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan otak.
3. Rutin melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik membantu menjaga tekanan darah, berat badan, dan kesehatan metabolik. WHO menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas tinggi selama 75–150 menit per minggu, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
Aktivitas sederhana seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang dapat menjadi pilihan untuk membangun kebiasaan bergerak secara konsisten.
4. Terapkan pola makan bergizi seimbang
Batasi konsumsi garam, makanan tinggi lemak jenuh, dan gula berlebih. Perbanyak sayur, buah, serta sumber protein dan serat yang sesuai kebutuhan. Pola makan seimbang membantu mengendalikan tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol.
5. Kendalikan diabetes dan kolesterol
Kadar gula darah dan kolesterol yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah. Pemeriksaan kesehatan berkala membantu mengetahui kondisi tubuh, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko atau riwayat penyakit dalam keluarga.
6. Kelola penyakit penyerta dan hindari zat berbahaya
Penyakit jantung, gangguan irama jantung, dan kondisi medis tertentu perlu ditangani sesuai anjuran dokter. Hindari penggunaan narkotika atau zat terlarang yang dapat meningkatkan risiko stroke. Konsumsi alkohol berlebihan juga perlu dihindari.
Kenali CERDIK untuk menjaga kesehatan
Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan pendekatan CERDIK sebagai pengingat perilaku hidup sehat:
C: Cek kesehatan secara berkala.
E: Enyahkan asap rokok.
R: Rajin aktivitas fisik.
D: Diet sehat dan seimbang.
I: Istirahat cukup.
K: Kelola stres.
Penerapan kebiasaan tersebut dapat membantu mengendalikan sejumlah faktor risiko stroke. Meski demikian, tidak semua kasus stroke dapat dicegah karena beberapa kondisi berkaitan dengan faktor genetik, kelainan pembuluh darah, atau penyakit tertentu.
Jangan abaikan tanda bahaya stroke
Pencegahan perlu disertai pemahaman tentang gejala stroke. Wajah menurun sebelah, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, bicara pelo, gangguan penglihatan, serta hilangnya keseimbangan secara tiba-tiba merupakan tanda yang perlu diwaspadai.
Jika gejala tersebut muncul, segera cari pertolongan medis di rumah sakit. Jangan menunggu keluhan mereda atau mencoba penanganan sendiri di rumah.
Menjaga kesehatan sejak muda bukan hanya tentang kebugaran saat ini, tetapi juga upaya mengurangi risiko penyakit serius di kemudian hari. Pemeriksaan rutin, kebiasaan hidup sehat, dan penanganan faktor risiko secara tepat menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan otak.






