sariasih.id - Kawat gigi atau behel tidak hanya digunakan untuk mempercantik senyum. Perawatan ini juga dapat membantu memperbaiki susunan gigi dan posisi gigitan agar lebih baik.
Namun, tidak semua orang membutuhkan kawat gigi. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi gigi dan rahang serta hasil pemeriksaan dokter gigi.
Macam-Macam Kawat Gigi
Ada beberapa jenis kawat gigi yang umum digunakan, yaitu:
1. Kawat gigi metal
Jenis ini menggunakan bracket berbahan logam yang dipasang pada permukaan gigi. Kawat gigi metal dapat membantu memperbaiki berbagai masalah susunan gigi dan gigitan.
2. Kawat gigi keramik
Kawat gigi ini memiliki warna yang menyerupai gigi sehingga tidak terlalu mencolok. Jenis ini cocok bagi pasien yang menginginkan tampilan behel yang lebih samar.
3. Kawat gigi lingual
Jenis ini dipasang di bagian dalam gigi sehingga tidak mudah terlihat dari depan. Namun, pemasangan dan perawatannya membutuhkan penanganan khusus.
4. Aligner transparan
Aligner berbentuk cetakan bening yang dapat dilepas saat makan dan membersihkan gigi. Penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter dan tidak semua masalah gigi bisa ditangani dengan alat ini.
5. Kawat gigi lepasan
Alat ini dapat dilepas-pasang dan sering digunakan pada kasus tertentu, terutama pada anak. Penggunaannya bergantung pada kondisi gigi dan pertumbuhan rahang.
Apakah Kawat Gigi Aman Digunakan?
Kawat gigi umumnya aman jika dipasang dan dipantau oleh dokter gigi yang kompeten.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek kesehatan dan kompetensi tenaga yang melakukan pemasangan kawat gigi.
Penggunaan behel tanpa pemeriksaan yang tepat dapat meningkatkan risiko masalah gigi dan gusi. Selama perawatan, sisa makanan juga lebih mudah menempel di sekitar kawat dan bracket.
Karena itu, pengguna behel harus rajin menyikat gigi, membersihkan sela-sela gigi, dan melakukan kontrol sesuai jadwal dokter.
Jika muncul nyeri berat, gusi membengkak, atau kawat melukai bagian dalam mulut, segera periksakan ke dokter gigi.
Kondisi Gigi yang Membutuhkan Behel
Menurut American Dental Association (ADA), perawatan ortodonti dapat membantu memperbaiki susunan gigi dan hubungan gigitan yang tidak ideal.
Beberapa kondisi yang perlu diperiksa antara lain:
- Gigi tumbuh bertumpuk atau berjejal.
- Jarak antargigi terlalu lebar.
- Gigi depan terlalu maju atau tonggos.
- Posisi gigi atas dan bawah tidak bertemu dengan baik.
- Susunan rahang yang dapat mengganggu fungsi gigitan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak selalu harus ditangani dengan behel. Dokter gigi perlu memeriksa tingkat keparahan dan menentukan perawatan yang sesuai.
Kapan Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
American Association of Orthodontists (AAO) menyarankan anak menjalani pemeriksaan ortodonti pertama paling lambat pada usia tujuh tahun.
Pada usia ini, dokter dapat menilai pertumbuhan gigi dan rahang serta mendeteksi masalah sejak dini.
Namun, bukan berarti anak usia tujuh tahun harus langsung memakai behel. Sebagian anak hanya memerlukan pemantauan, sedangkan perawatan dapat dimulai ketika waktunya tepat.
Orang tua sebaiknya membawa anak ke dokter gigi jika giginya tumbuh bertumpuk, gigi depan sangat menonjol, atau anak mengalami kesulitan menggigit dan mengunyah.
Apakah Orang Dewasa Bisa Memakai Behel?
Orang dewasa tetap bisa menggunakan kawat gigi. Usia bukan satu-satunya penentu keberhasilan perawatan.
Dokter akan memeriksa kondisi gigi, gusi, dan tulang penyangga gigi sebelum menentukan perawatan. Jika terdapat penyakit gusi atau masalah gigi lainnya, kondisi tersebut perlu ditangani terlebih dahulu.
Lama perawatan berbeda-beda, tergantung kondisi gigi dan tingkat kesulitannya.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa kesehatan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.
Sebelum memasang behel, pastikan kondisi gigi dan gusi dalam keadaan yang memungkinkan untuk menjalani perawatan. Pilih tenaga profesional yang kompeten dan jangan hanya mempertimbangkan harga atau penampilan.
Setelah behel dilepas, pasien juga mungkin perlu menggunakan retainer untuk membantu mempertahankan posisi gigi.
Kesimpulannya, kawat gigi dapat digunakan oleh anak maupun orang dewasa sesuai kebutuhan. Namun, pemasangannya harus berdasarkan pemeriksaan dokter gigi, disertai kontrol rutin, dan kebersihan mulut yang baik.





