Panduan Perawatan Gigi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini

Panduan Perawatan Gigi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini

sariasih.id - Kunci utama perawatan kesehatan gigi pada anak berkebutuhan khusus adalah tindakan pencegahan (preventif). Langkah ini bertujuan mencegah keparahan penyakit gigi yang memicu ketidaknyamanan akibat rasa sakit.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya kebersihan gigi sebagai fondasi utama kesehatan anak. Tindakan preventif harian dapat dilakukan dengan rutin membersihkan gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur, menggunakan pasta gigi berfluoride.

Bagi anak yang belum bisa berkumur, gunakan pasta gigi sebesar biji beras. Sementara untuk anak yang sudah bisa berkumur, gunakan ukuran sebesar biji jagung atau kacang dengan durasi menggosok minimal dua menit. Orang tua juga dianjurkan menggunakan benang gigi (flossing) serta rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap 3 hingga 6 bulan sekali.

Sebagian besar anak kerap merasa cemas saat mengunjungi klinik gigi. Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak RS Sari Asih Ciputat, drg. Widyanti Pratiwi, Sp.KGA, membagikan tips pendekatan agar anak merasa lebih nyaman.

“Orang tua dapat mengondisikan anaknya dengan bercerita, memperlihatkan video pemeriksaan gigi, dan bekerja sama dengan dokter gigi terkait informasi medis anak. Orang tua juga disarankan berkunjung terlebih dahulu agar anak mengenal lingkungan klinik,” ujar drg. Widyanti.

Konsumsi obat rutin pada anak berkebutuhan khusus kerap memicu masalah gigi karena kandungan gula, risiko pembengkakan gusi (hyperplasia gingiva), serta mulut kering (xerostomia). Kurangnya produksi air liur memperbesar risiko gigi berlubang. Orang tua diimbau memastikan anak berkumur atau membersihkan mulut dengan kassa air matang setelah minum obat serta mencukupi kebutuhan air putih harian.

Masalah gigi seperti gigi bertumpuk (crowding), infeksi gusi (periodontitis), dan karies sangat rentan dialami anak berkebutuhan khusus. Peran aktif orang tua sangat krusial dalam menerapkan langkah preventif ini demi senyum sehat sang buah hati.


Tips Kesehatan Terkait